Banda Aceh - Dari 205 calon kepala daerah yang mengambil surat pengantar dari Komisi Indepeden Pemilihan (KIP) Aceh, baru 150 calon yang mendaftar dan membayar biaya pemeriksaan calon. Padahal sesua surat edaran KIP Aceh, bahwa minggu pertama 8-9 Oktober (hari ini-red) setelah dibuka pendaftaran disediakan untuk mendaftar tes kesehatan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Demikian disampaikan anggota KIP Aceh yang membidanginya, Yarwin Adidarma kepada The Globe Journal saat dikomfirmasi berapa jumlah calon yang sudah mendaftar pemeriksaan kesehata calon, Minggu (9/10).
“Memang jadwal kita tanggal 8-9, ternayata, sampai sekarang ada belum mendaftar, entah kenapa, mungkin saja surat sedaran tidak sampai atau pu telat dapat informasi dari kip kabupaten/kota,”ungkap Yarwin.
Kebijakan KIP Aceh menetapkan tanggal tersebut untuk mendaftar saja, agar memudahkan kerja tim IDI dalam memisahkan kabupaten mana yang sudah diperiksa. Akan tetapi pihaknya kata Yarwin, jika banyak juga yang belum mendaftar, mereka akan melihat lagi dan melakukan rapat dengan tim IDI tentang masa perpanjangan pendaftaran.
“Rencana akan kita buka sampai Selasa atau Jumat (14/10), kalau misalnya cuma 20 lagi yang belum mendaftar untuk apa kita buka sampai hari Jumat,”ujar Yarwin.
Menurut Yarwin, ada kemungkinan alasan calon ada yang belum mendaftar itu sedang menyiapkan biaya untuk tes kesehata calon, karena ketika calon mendaftar ke IDI, ditempat itu langsung harus menyerahkan biaya pendaftaran.
Pada pemeriksaan itu Idi menyiapkan 50 orang dokter, karena menurut yarwin pemeriksaan calon itu diperketat bahkan seperti tes calon prsiden, mereka akan dikasih baju.
[001]