THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»Ancaman DBD di Aceh, Waspadalah!


Ancaman DBD di Aceh, Waspadalah!
Yul
Sabtu, 04 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh — Selama sebulan terakhir, ancaman demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Aceh. Salah satunya juga terjadi di Banda Aceh. Pemerintah setempat meminta masyarakatnya waspada.

"Sejak awal Januari 2012 sudah 50 warga kota Banda Aceh yang dirawat  akibat terjangkit DBD. Kami mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan apalagi pada musim hujan ini," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh.

DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan kota Banda Aceh Media Yulizar, ia mengatakan untuk mencegah meluasnya kasus DBD Pemkot telah melakukan pengasapan di daerah yang dianggap rawan berkembangnya nyamuk tersebut, seperti di Gampong Mulia, Kramat dan beberapa desa lainnya di kecamatan Kuta Alam.

Selain pengasapan, Dinkes melalui Puskesmas di sembilan kecamatan juga terus melakukan penyuluhan tentang gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M).

Nyamuk penyebar virus DBD ini sulit diberantas tanpa dukungan masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan, ia juga mengimbau agar setiap desa melaksanakan gotong royong massal minimal satu minggu sekali untuk membersihkan lingkungan.

"Untuk memberantas DBD tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat," katanya menambahkan.

Wakil Wali Kota Banda Aceh itu juga mengingatkan warga untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit apabila mempunyai ciri-ciri demam tinggi selama dua hingga tujuh hari, lemah lesu, bintik-bintik merah pada kulit, gusi mudah berdarah, pendarahan hidung (mimisan), muntah atau berak darah.

"Apabila sudah parah, ujung tangan atau kaki dingin dan berkeringat. Bila tidak segera mendapat pertolongan medis tentu risikonya dapat meninggal dunia," katanya.     

Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa jumlah penderita DBD yang dirawat sejak Januari 2012 hingga awal Februari 2012 tercatat  103 orang, 23 orang diantaranya warga kota Banda Aceh sementara lainnya berasal dari daerah lainnya seperti Aceh Besar, Sigli dan Aceh Jaya.

Sementara itu di lain hal, perkembangan wabah DBD ditengarai karena kondisi cuaca yang sangat ekstrim. Di Bengkulu misalnya. Kepala Bidang penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Karimel Sinambela di Bengkulu, mengatakan jumlah penderita DBD pada Januari 2012 tercatat 46 orang.

Pada periode yang sama 2011, katanya, sebanyak 23 orang atau mengalami kenaikan hampir 100 persen dibandingkan dengan Januari 2012. Ia memperkirakan peningkatan jumlah penderita DBD tersebut antara lain karena pengaruh cuaca ekstrem.

Selain itu, katanya, mobilisasi penduduk dari luar daerah dengan membawa penyakit tersebut dan menularkan kepada warga Kota Bengkulu.

Dua di antara 46 penderita DBD selama Januari 2012 tersebut, katanya, meninggal dunia. Mereka adalah Bahral(23) warga Jalan Darmawanita, Kelurahan Bentiring dan Iksan Ikra Imanuel(7,5 bulan), warga Jalan G. Cempaka Kelurahan Kebun Beler, Kota Bengkulu.

"Jumlah penderita DBD hingga 1 Februari 2012 tercatat sebanyak 52 orang namun sampai saat ini dana untuk pengasapan belum juga bisa dicairkan," tutupnya. []

(antara-aceh.com-gatra.com)






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close