THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»69 Orang di Aceh Positif Mengidap AIDS


69 Orang di Aceh Positif Mengidap AIDS
Firman Hidayat | The Globe Journal
Selasa, 13 September 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Aceh, Muhammad Nazar melalui Kasie Pengelola Keuangan Dewi Fahriana ketika ditemui The Globe Journal, Selasa (13/9) diruang kerjanya siang tadi mengatakan update terakhir jumlah kasus AIDS di Aceh hingga Agustus 2011 ini sebanyak 84 orang. Diantaranya 15 orang masih berstatus positif HIV. Sehingga orang Aceh yang sudah positif mengidap AIDS sebanyak 69 orang.

Dewi melanjutkan dari angka 69 orang itu, sebanyak 22 orang sudah meninggal dunia. Sehingga jumlah masyarakat mengidap AIDS yang masih bertahan tinggal 47 orang. Kemudian jumlah pasien pengidap AIDS yang mengakses terapi obat seumur hidup di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh ada 38 orang. “Sisanya sembilan orang lagi sudah mendapat rujukan ke luar Aceh untuk mendapat terapi obat seumur hidup itu,” kata Dewi.

Terkait pengobatan antiretroviral (ARV) seumur hidup itu, Dewi menjelaskan bahwa sampai saat ini Pemerintah Pusat masih membantu terapi obat seumur hidup untuk 38 orang pasien pengidap AIDS. Menurutnya biaya obat seumur hidup itu satu bulan Rp1.000.000,- sehingga untuk satu tahun pemerintah menanggung Rp12.000.000 per pasien. Obat itu harus diminum seumur hidup untuk mengurangi virus AIDS tersebut.

Kalau sudah positif AIDS, maka pasien harus melakukan pemeriksaan CD4 untuk mendapatkan terapi obat seumur hidup itu. Di Aceh pemeriksaan CD4 ini hanya dapat dilakukan di Prodia Banda Aceh. Biaya pemeriksaan CD4 ini ditanggung sendiri oleh pasien karena dilakukan di tempat swasta. Namun KPA hingga saat ini masih memiliki dana untuk menanggung pemeriksaan CD4 ini kepada pasien yang positif AIDS. “Biayanya bisa menghabiskan Rp168.000 sekali pemeriksaan,” terang Dewi.

Dewi menjelaskan pemeriksaan HIV dapat dilakukan secara gratis di tempat konseling dan testing. Untuk Provinsi Aceh lokasinya berada di delapan titik, meliputi Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh, Rumah Sakit Polri Banda Aceh, Rumah Sakit Cut Mutia, Bireuen, Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rumah Sakit Umum Pidie, Rumah Sakit Umum Kota Langsa dan Puskesmas Muara Dua Lhokseumawe.

Warga bisa melakukan pemeriksaan HIV secara cuma-cuma. “Perlu diketahui bahwa orang yang terkena HIV belum tentu mengidap AIDS,” kata Dewi.    

Kasus di Aceh ini paling banyak orang terjangkit AIDS ini melalui hubungan seksual dan penggunaan narkoba jarum suntik. Menurut Dewi pengidap AIDS kali ini lebih sering terjangkit pada ibu-ibu rumah tangga yang tertular dari suami. Asumsinya karena suaminya suka “jajan” di masa muda atau karena suaminya pernah menggunakan narkoba jarum suntik.  Pasien AIDS ini terjangkit pada usia yang masih produktif, yaitu umur 19 - 45 tahun.







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close