
Langsa - Ketua Da’i kota Langsa, Ibrahim Latief, mengharapkan para umara atau pemerintah, dalam hal ini walikota bersama jajarannya menangani secara serius pemberantasaan para pekerja seks komersial (PSK) yang masih melakukan kegiatan di kawasan itu.
"Sepertinya PSK aman untuk melakukan aksinya. Aksi mereka belum tersentuh tangan aparat penertiban, sehingga praktik para PSK berjalan mulus tanpa hambatan. Selain masalah PSK, juga soal pergaulan bebas di kalangan remaja," ujarnya, tadi malam.
Menurutnya, pergaulan bebas di kalangan remaja sudah lewat batas. "Jangan kotori kota Langsa dengan perbuatan maksiat. Karena itu, persoalam PSK harus dituntaskan dan di bumi hanguskan di daratan tanah Aceh yang menjunjung tinggi Syari'at Islam," tandasnya.
PSK, lanjutnya, penyakit masyarakat. Apalagi kegiatan mereka sudah lumayan lama. Sorotan dari berbagai kompunen masyarakat sudah terdengar, namun sejauh ini belum ada penanganan yang lebih kompleks terpola untuk membasmi secara tuntas.
Akibatnya, persoalan PSK di kota Langsa terus berlanjut. Bahkan jumlah PSK mencapai 70 orang. Lebih memilukan lagi sebagian dari mereka diketahui mempunyai suami yang sah. "Pertanda apa ini," katanya.(MNA-WASPADA)