
Banda Aceh - Alumni Universitas Al-Azhar Mesir asal Aceh, Teuku Azhar Ibrahim, menerbitkan novel yang ditulisnya selama menuntut ilmu di Kairo. Novel berjudul "Burung Rantau Pulang ke Sarang"” tersebut mengisahkan pengembaraan Teungku Chik sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam kerajaan Pasai.
Novel berlatar sejarah kerajaan Pasai ini menceritakan Teungku Chik yang berkelana mencari anaknya di negeri perantauan.
"Setting tempat novel ini awalnya di sebuah dayah pinggiran kaki gunung Seulawah, kemudian berlanjut ke kerajaan Pasai," ujar Teuku Azhar Ibrahim di Lamgugop, Banda Aceh, Minggu (22/8).
Secara singkat, penulis novel ini bercerita, setelah menempuh perjalanan jauh, dalam perjalanan mencari anaknya Teungku Chik berhadapan dengan para pembangkang kerajaan dan bajak laut. Teungku Chik tidak ada pilihan lain, ia terpaksa harus menumpas para pengacau yang meresahkan dan mengganggu keamanan kerajaan Pasai sampai akhirnya ia menemukan anaknya.
Dalam penggalan novel terbitan Bandar Publishing tersebut, sepanjang riwayat pengembaraan Teungku Chik disisipi dengan kisah kunjungan Laksamana Cheng Ho ke kerajaan Pasai, keadaan umat Islam di daratan Tiongkok, petualangan para saudagar Islam di sepanjang selat Malaka dan peran seorang utusan kerajaan Pasai dalam merangkai hubungan antar kerajaan, mulai dari Laut Merah hingga Selat Malaka.
Mukhlisuddin Ilyas, Direktur Bandar Publishing menyebutkan, novel setebal 256 halaman awalnya cerita bersambung pada buletin El Asyi yang diterbitkan Mahasiswa Aceh Kairo di Mesir.
"Penulis novel ini seorang teman dekat Habiburrahman El Shirazy semasa di Kairo dan aktif sebagai pemimpin redaksi buletin El Asyi," ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, novel ini ikut diberikan komentar oleh penulis novel Ayat-ayat Cinta Habiburrahman El Shirazy pada sampul depannya. Dalam komentarnya El Shirazy menuliskan, "Novel ini tentang cinta dan pengorbanan. Juga sejarah, filsafat dan toleransi agama. Novel Burung Rantau Pulang ke Sarang ditulis dengan bahasa yang mengalir indah, membuat kita ingin membacanya sampai halaman terakhir."
Sebelumnya, puisi penulis novel ini yang berjudul "apologize" diterbitkan oleh International Library of Poetry America dalam antologi "as sunlight wanes" pada tahun 1999 dan sajak-sajaknya terkumpul dalam antologi puisi 'Nafas Peradaban' yang diterbitkan ICMI Kairo tahun 2000. (MNA-REL)