
Jakarta - Perusahaan peneliti media Nielsen menyebutkan adanya penurunan panggilan suara via telepon setiap tahunnya. Tren ini muncul di kalangan anak muda. Perlukah kita khawatir?
Clive Thompson dari majalah Wired menyebutkan, "Dengan keberadaan telepon, kita mungkin mengganggu konsentrasi yang lain. Ini berbeda dengan pesan singkat yang memungkinkan kita berkirim pesan tanpa harus mengganggu kepentingan orang lain."
Don Kellog, manager senior di bidang penelitian telekomunikasi Nielsen mengatakan adanya penurunan jumlah rata-rata penggunaan panggilan telepon di kalangan usia muda.
"Konsumen dewasa awal mengalami penurunan yang drastis namun pihak yang berusia 35 tahun atau lebih tua secara umum menggunakan ponsel sama banyaknya dengan sebelumnya,"kata Kellog.
Di antara 2008 dan 2010, rata-rata jumlah panggilan per menit oleh remaja berusia 18-24 tahun menurun dari 1.200 menit menjadi 900 menit. Amanda Bee yang berusia 20 tahun mengatakan, "Semua orang yang saya kenal menggunakan pesan teks, termasuk orang tua dan kakek-nenek, jadi saya tidak butuh melakukan panggilan."
Amanda melihat bahwa panggilan telepon yang memerlukan waktu panjang dengan begitu banyak hal yang dibicarakan (namun tidak terlalu penting), perempuan ini melihat adanya efisiensi menjaga topik pembicaraan lewat teks.
Mike Farrell, profesor jurnalisme di University of Nebraska-Lincoln melihat adanya tindakan efisiensi dalam berkirim pesan teks. Korespondensi profesional melihat bahwa penggunaan email akan lebih terstruktur.
Meskipun beberapa pihak berpendapat bahwa berkirim pesan dan email cenderung lebih efisien dibandingkan melakukan panggilan telepon, psikolog mengatakan akan ada sesuatu yang hilang saat seseorang 'meninggalkan' suara.
"Anda akan kehilangan aspek non verbal dalam suara yaitu nada suara, tempo dan tekanan suara,"ujar Patricia Wallace, direktur teknologi informasi di John Hopkins University sekaligus psikologi.
"Tidak hanya itu, Anda juga tidak dapat menerima umpan balik dari lawan bicara. Ada semacam koreografi berbicara di mana seseorang akan mengembangkan norma tersebut selama berabad-abad untuk mencari cara berbicara yang tepat."
Dengan mendengar suara seseorang, Anda dapat menentukan suasana hati, motivasi dan jenis informasi lainnya secara emosional yang mempengaruhi isi bicara. Email, pesan teks dan berkirim pesan tulisan kadang disebut media 'dingin' secara psikologi karena hanya memberi wawasan sedikit soal sudut pandang orang lain.
Di sisi lain, berkirim pesan tidak hanya sedikit menghabiskan waktu tetapi juga memiliki risiko yang lebih rendah untuk ‘diacuhkan’. Seorang pria yang ingin menarik perhatian perempuan mungkin memiliki kesempatan lebh besar untuk menarik perhatian lewat pesan dibandingkan berbicara via telepon.
Pihak dewasa juga melihat adanya manfaat dalam bentuk komunikasi tulisan. Pesan teks hanya membutuhkan lebih sedikit sopan santun sosial dan tanggung jawab yang terbungkus dalam pesan teks dan email.
"Panggilan telepon jauh lebih menuntut dalam konteks sopan santun sebagai kewajiban," kata Wallace. Namun, diperkirakan Wallace, berkirim pesan teks secara elektronik juga dapat menciptakan rasa kuat berhubungan meskipun tidak lewat suara. (MNA-INILAH)