TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Teknologi » Aceh IT Expo 2010 Arena Perang Harga

Aceh IT Expo 2010 Arena Perang Harga
Reza Fahlevi | The Globe Journal | Sabtu, 17 Juli 2010

Banda Aceh - Aceh kembali dihebohkan dengan pameran komputer yang dinamai dengan Aceh IT Expo 2010 bertema "One Teacher One Computer". Pameran Informasi Teknologi (IT) tersebut akan berlangsung dari 17-22 Juli 2010 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam.

Ketua Panitia Aceh IT Expo 2010, Munzir Al Munir mengatakan, pameran IT tersebut diikuti oleh 14 principle pemegang merek peralatan IT.  Selain itu, pameran tersebut juga diikuti oleh 22 toko komputer dan handphone, serta beberapa lembaga pendidikan komputer.

"Untuk mengunjungi pameran ini, para pengunjung dikenakan tarif seribu rupiah per tiket. Namun, hasil penjualan tiket akan dikumpulkan untuk disumbangkan ke desa atau pesantren yang berada di pedalaman atau desa tertinggal," ujarnya usai memberi kata sambutan pada pembukaan Aceh IT Expo 2010, Sabtu (17/7).

Di samping itu, kata Munzir, panitia Aceh IT Expo 2010 telah menyiapkan 10 unit PC GET untuk diberikan kepada desa atau pesantren yang ada di pedalaman Aceh. Sedangkan tujuan dari acara ini yakni untuk memberi pemahaman yang lebih mengenai dunia IT bagi masyarakat Aceh. Pameran IT ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Unsyiah dan Global Enterprenuer Technologi (GET) yang merupakan principle PC lokal pertama di Aceh.

Munzir menargetkan, jumlah pengunjung pameran tersebut mencapai 35 ribu orang pengunjung. Sedangkan target penjualannnya di atas Rp10 miliar. "Satu hal yang kami janjikan pada konsumen, harga yang ditawarkan di pameran ini jauh lebih murah dari harga biasa. Oleh karena itu, bagi peserta pameran selamat berperang, yakni perang harga," paparnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah, Darni M Daud dalam kata sambutannya menyampaikan, IT Expo ini sangat cocok dilaksanakan di kawasan Unsyiah mengingat kawasan tersebut dipadati oleh para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Aceh. Selain itu, Unsyiah merupakan jantung hati rakyat Aceh, dimana awal dari pembangunan dilakukan melalui pendidikan.

Menurutnya,kendala dari sebuah pembangunan bukan terletak pada persoalan biaya, tapi mindset dari masyarakat setempat. Oleh karena itu, melalui pameran IT ini hendaknya dapat memberikan paradigam baru bagi masyarakat, sehingga pola pikir menjadi lebih dinamis.

"Demi mendukung perkembangan IT di Aceh, Unsyiah telah membuka jurusan baru pada tahun ini yakni Srata 1 Teknologi Informatika di bawah FMIPA. Upaya tersebut untuk mengembangkan IT di Aceh. Kalau mau maju, maka harus tau IT," ujar Darni.

Ia menambahkan, jika tidak menguasai IT maka proses pembangunan diri juga akan terhambat. Tak hanya itu, matematika juga harus tetap ditingkatkan pengembangannya seiring dengan pesatnya dunia IT saat ini.

"Saya berharap, dengan IT expo ini semoga dapat membangun masa depan Aceh melalui sosialisasi yang dilakukan," tutur Darni. (MNA)



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close