TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Sosok » Esok Sembilan Nelayan Aceh Tiba di Jakarta dari Myanmar

Esok Sembilan Nelayan Aceh Tiba di Jakarta dari Myanmar
Zal I The Globe Journal | Selasa, 12 Januari 2010
Banda Aceh — Esok, Rabu (13/1), sembilan nelayan Aceh tiba di Jakarta pukul 19.05 WIB dari Myanmar. Esoknya, 14 Januari, mereka diterbangkan dengan Lion pukul 16.00 WIB dan mendarat di Blang Bintang Aceh Besar pukul 19.00 WIB. “Info ini berdasarkan laporan dari Departemen Luar Negeri dan Pak Eddy Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta,” sebut Sekretaris Jenderal Panglima Laot M Adli kepda wartawan, Selasa (12/1),

Adli menuturkan para nelayan yang dipulangkan itu berasal dari Kapal Ikan Seulawah yang ditangkap pada 12 Nopember 2009. Mereka ditangkap oleh Angkatan Laut AL Myanmar  di perairan Myanmar, sekitar 15 mil dari Pulau Coco (wilayah selatan Myanmar). Kapal milik M.Yusuf ini dengan awak kapal beralamat di Kampung Jawa Baru Kecamatan Kutaraya, Banda Aceh. Mereka yang pulang ini yakni Mawardi Bin Tanjong (31), . Mirza Saputra Bin Arbaisaih (20), . Nuredi Suhardi Bin Nurwan( 29),. Dedi Suhardi Bin Thn M Nur (33) yang nahkoda kapal dan Rahmat Bin Thn Bukari (30 tahun).

Lalu yang berasal dari Kapal Ikan Tabung yang ditangkap pada 15 Nopember 2009 yang berasal dari Meulaboh dengan lokasi yang sama dengan Kapal Ikan Seulawah. Mereka yang ikut pulang ini masing-masing Sudarmi Bin Ismail (35) nahkoda kapal, Bustaman Bin Usman (50), Juliadi Bin Ismail,  (25) yang adik Sudarmi dan Maradona Saputra Bin M.Nur (21) dengan pemilik kapal Samsuar dari Ujung Baru, Jalan Garuda, Meulaboh, “Atas nama nelayan Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada segenap Menteri Luar Negeri, Pemerintah Aceh Irwandi-Nazar, Kepala Kantor Penghubung Aceh di Jakarta Pak Eddy dan lain-lain,” ucap Adli dalam pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Selasa (12/1) sore.

Adli menyatakan masih ada nelayan tradisional yang belum diketahui keberadaanya. yakni . Mawardi Bin Tanjong(31). Mirza Saputra Bin Arbaisaih, (20),  Nuredi Suhardi Bin Nurwan (29), Dedi Suhardi Bin Thn M Nur, (33)  yang nahkoda kapal, Rahmat Bin Thn Bukari (30). Kemudian, Joni asal Labuhan Haji (Aceh Selatan), Pawang Subhin, Abu (Hasan Basri) Jeunib, dan Rustam (ketiganya asal Lhokseumawe) dan satu lagi belum diketahui namanya . Mereka berangkat saat laut sedang musim angin barat, dari dermaga Lampulo menggunakan boat Keumala Hendra.  menurut Sulaiman (65tahun)  yang bertempat tinggal di Desa Darussalam, Kecamatan Samalanga kabupaten Bireun, kakek dari Hasan Basri yang datang dan melapor ke Panglima Laot Aceh pada 21 oktober 2009, cucunya Hasan Basri berangkat bersama pawang dan teman-temannya pada 10 Agustus 2009 melalui dermaga Lampulo, Banda Aceh,  dan sampai sekarang belum mendapat khabar. “Jika ada informasi tentang mereka atau ada yang kehilangan anggota nelayan di laut, maka bisa menghubungi Sekretarian Panglima Laot Aceh Telp 0651 7553008,” ajaknya. [003]


Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close