TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Sosok » Anas Urbaningrum: Kader Tangguh HMI Pimpin Demokrat

Anas Urbaningrum: Kader Tangguh HMI Pimpin Demokrat
Herdi Sahrasad | Inilah.com | Minggu, 23 Mai 2010
Akhirnya perolehan suara Anas Urbaningrum berhasil melewati Marzuki Alie di putaran kedua dan Andi Malarangeng di putaran pertama. Perjalanan Anas di pentas politik pun makin cemerlang.

Hasil voting putaran ke 2 pada Kongres II yang berlangsung di Bandung, Minggu (23/5) malam, Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat setelah memperoleh 280 (53%) suara. Sementara calon lainnya, Marzuki Alie mendapat 248 (47%) suara. Sedangkan calon lainnya, Andi Malarangeng sudah tersisih pada putaran pertama.

Terpilihnya Anas Urbaningrum secara tidak langsung menjadikan dia sebagai pimpinan parpol terbesar dan termuda di Indonesia. Pria lulusan Ilmu Politik Universitas Airlangga ini lahir di Blitar 15 Juli 1969.

“Alhamdulillah pemilihan ini dijalankan dengan demokratis. Partai Demokrat telah menunjukan bahwa kami bisa berdemokrasi," katanya sambil tetap merangkul Marzuki dan Andi. Anas menegaskan yang menang adalah Partai Demokrat bukan kandidat suara terbanyak.

Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 1997-1999 itu menyatakan tetap menghormati Marzuki Alie dan Andi Malarangeng untuk bersama-sama memajukan partai ke depan. "Kemampuan keduanya sangat bermanfaat ke depan. Pendukung keduanya adalah pendukung di kongres, semuanya kader demokrat," jelasnya.

Kemenangan Anas ini sekaligus bukti keberhasilan kaderisasi di HMI yang para pendekarnya antara lain Buya Ahmad Syafii Maarif, Nurcholish Madjid, Abdulah Hemahua, Akbar Tanjung dan sebagainya.

"Pada putaran kedua Anas mengalahkan Marzuki karena kapasitas dan kredibilitasya nyaris tak tertandingi," kata pengamat politik Nanang Tahqiq MA, yang juga dosen UIN Jakarta. Nanang melihat, HMI masih memiliki para kader tangguh untuk memimpin republik ini.

Sejak semula, meski peluang Andi dinilai amat besar lantaran mengklaim meraih dukungan Cikeas, kans Anas dan Marzuki terbuka lebar. Apalagi pada menit terakhir, Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden RI, tampaknya ‘melepas dukungan’ pribadi-nya ke Andi Mallarangeng.

Andi memang meraih dukungan moral dari Cikeas, namun Anas bukan tanpa dukungan simbolik pula. “Ini pertarungan siapa yang paling digdaya, Kader HMI menjadi lokomotif Demokrat,” kata Abas Jauhari MA, pengajar Sosiologi UIN Jakarta.

Karena sikap fair dan sportif dari Cikeas itu, Andi yang paling besar mendapat promosi dan dukungan dari sejumlah menteri termasuk putra bungsu SBY, Edhie Baskoro tersingkir. "Begitu presiden melepas 'dukungan'-nya dalam proses pemilihan ini, kita tidak tahu lagi seperti apa dukungan kepada Andi. Terbukti Andi kandas," tambah Abas.

Menurut sumber, ketiga calon ketua umum, pada pagi hari sebelum pemilihan secara berurutan dipanggil SBY di Presiden Suite, Hotel Mason Pine, tempat diselenggarakannya kongres.

Ketua DPR Marzuki Ali dipanggil pertama, Andi kedua, dan terakhir Ketua Fraksi DPR Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Tidak ada arahan khusus dari SBY agar suara diberikan ke Andi, Anas atau Marzuki. Maka, peluang ketiganya menjadi sama.

Sementara, anggota DPR Komisi VII, yang dikenal menjadi pendukung Anas Urbaningrum, Sutan Bhatoegana, di sela-sela pemilihan, membenarkan bahwa sejak sehari sebelumnya, SBY sudah menyerahkan proses pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat benar-benar kepada peserta kongres.

"Kelihatan sekali ketika muncul opsi B, yaitu untuk dilakukan pemilihan ketua umum dulu daripada opsi A pembahasan sidang-sidang komisi, dan, akhirnya opsi B menang," ujar Sutan.

Sosok Anas memang bukan orang baru di kancah politik nasional. Sosok pendiam itu memiliki karir organisasi cukup panjang. Anas pernah menjabat Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999, anggota KPU periode 2001-2005, serta masih menjabat Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, Pimpinan Kolektif KAHMI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR periode 2009-2014.

Suami dari Athiyyah Laila itu kini tengah mengikuti program Doktor Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Ayah empat anak ini sebelumnya menamatkan Magister Sains Ilmu Politik UI di 2000 selepas mengikuti studi sarjana dari Universitas Airlanga di 1992.

Pria yang sering menulis buku-buku bertema politik itu juga pernah meraih Bintang Jasa Utama dari Presiden RI pada 1999. Kini Anas punya tugas baru. Selamat berkarya dan bekerja.

[inilah.com-001]



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close