TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Sosok » Aksi Pengumpulan Koin Terus Berlanjut

Aksi Pengumpulan Koin Terus Berlanjut
Zulhelmi | The Globe Journal | Selasa, 18 Mai 2010

Bireuen - Aksi dari sejumlah lembaga sipil Kabupaten Bireuen mengumpulkan penggrik (koin) untuk mengatasi krisis keungan di Pemkab setempat terus berlanjut dan pada hari kedua, Selasa (18/5) aksi keprihatinan itu telah melebar keluar kota Bireuen yaitu kota kecamatan Matang Glumpang Dua.

Kordinator Aliansi Masyarakat Sipil Bireuen, Mukhlis Munir yang dihubungi,Selasa (18/5) siang,mengatakan aksi yang didukung oleh CSO dan Lembaga Mahasiswa yaitu GaSAK, BIMA, PASKA, SOPAN, LsPENA, KMPD, LINA, RATA, JADUP, AGC, PCC, MAPEL, SiMAK, Suara Almuslim, ALASKA, HMI dan IMAU terus berlanjut sampai batas izin yang telah dikantonginya yaitu 30 Mei 2010.

“Kami telah mengantongi izin sampai 30 Mei 2010, tapi ada kemungkinan akan kita perpangjangkan dan pada hari kedua yaitu hari ini juga kita lakukan di Lampu Merah Keude Matang Glumpang Dua dengan melibatkan 50 relawan,”aku Mukhlis Munir yang ditanya Realitas sampai kapan aksi keprihatinan itu akan berakhir.

Tentang dana yang terkumpul, menurut Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil Bireuen itu, pada hari pertama, Senin (17/5), koin yang terkumpul Rp.697.000,- dengan penyumbang sebagian besar dari kalangan ekonomi rendah seperti abang beca, buruh bangunan dan pedagang kaki lima.

Sebagai mana yang telah diberitakani, Aliansi Masyarakat Sipil Bireuen turun kejalan mengumpulkan koin untuk mengatasi krisis keuangan pemerintahan pasangan Nurdin Abdul Rahman — Busmadar Ismail. Tambah, Mukhlis, memasuki tahun ketiga pemerintahan pasangan Nurdin Abdul Rahman- Busmadar Ismail ternyata tidak memberikan hasil positif sebagaimana yang dijanjikan pasangan itu sebelumnya.

Menurut Mukhlis, hal itu jelas terlihat dengan morat—maritnya tata kelola pemerintahan serta tata kelola keuangan yang setiap tahunnya selalu diberitakan defisit yang berefek langsung pada proses pembangunan untuk masyarakat di Kabupaten Bireuen.

Lebih jauh Mukhlis menuturkan visi misi pro rakyat yang didengungkan pasangan Bupati Nurdin Abdul Rahman- Wakil Bupati Busmadar Ismail, nyatanya semakin menjadi mimpi belaka ketika pemerintah hanya bisa mengkambing hitamkan defisit anggaran atas mandeknya roda pembangunan di Kabupaten Bireuen.

Mukhlis mengatakan berangkat dari kenyataan ini masyarakat sipil terpanggil untuk berpartisipasi aktif membantu keuangan daerah dan menunjukkan sikap kerjasama sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah yang sangat sulit sekalipun tentunya dengan mengajak masyarakat menyisihkan recehannya.

Aksi pengumpuln koin tersebut dinilai oleh beberapa warga Bireuen merupakan sindiran atas gagalnya pemerintahan pasangan Nurdin Abdul Rahman-Busmadar Ismail. Namun aksi semacam itu dipastikan tidak akan mengggugah pasangan Nurdin Abdul Rahman-Busmadar Ismail untuk kreatifitas pembangun daerah.

“Saya tahu betul watak Nurdin, tidak mengerti dengan sindirian, karena dia sudah kebiasaan di luar negeri. Kalau dia melintas di depan posko pengumpul saya yakin dia juga akan menyumbang Rp 5.000,” sebut seorang elit bireuen yang mengaku kawan masa kecil Nurdin Abdul Rahman.

[001]



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close