
Bandung - T. Murdani dari lembaga Transformasi Informasi (TRANSISI) Aceh menjadi penerima Indonesia Young Peace Maker Award tahun 2010. Award bagi generasi muda pegiat perdamaian tersebut diserahkan oleh Peace Generation Indonesia di Ciwalk, Bandung pada Sabtu (24/10).
“T. Murdani dengan lembaga TRANSISI telah menyebarkan pendidikan damai kepada seribu lebih remaja di Aceh dan mengembangkan modul Peace Generation versi Aceh,” ungkap Irfan Amalee, Program Director Peace Generation Indonesia dalam seremoni penyerahan Award di hadapan seribuan pengunjung yang hadir.
TRANSISI saat ini sedang menjalankan Program Pendidikan damai bagi remaja di tiga kabupaten di Aceh yaitu Aceh Timur, Aceh Utara dan Bener Meriah dengan dukungan USAID melalui program SERASI. Sebanyak 1.650 remaja di Aceh telah memperoleh pendidikan damai dari program ini.
Penyerahan Indonesia Young Peace Maker Award bersamaan dengan konser music Rock Perdamaian (Peace the Rock Concert) yang dimeriahkan oleh Band utama dari Amerika Serikat, Nort of Here dan the Ma’had, band asal Bandung.
Peace Generation Indonesia juga menyerahkan Indonesia Young Peace Maker Award kepada Peace Generation Banjarmasin/Interact, Ishaq dari Peace Generation Gorontalo, Nonong Mailufar dari Peace Generation Aceh.
Eric Lincoln, salah satu pengarang modul Peace Generation mengatakan, "Penyerahan Indonesia Young Peace Maker Award sebagai penghargaan bagi generasi muda yang telah membuktikan komitmennya untuk membangun perdamaian di daerah masing-masing."
T. Murdani menegaskan, "TRANSISI akan tetap komit untuk melanjutkan pendidikan damai di Aceh. Kedepan TRANSISI merencanakan untuk memberikan pendidikan damai kepada sepuluh ribu remaja. Untuk itu, TRANSISI mengharapkan berbagai elemen masyarakat Aceh dapat saling mendukung dan bekerjasama dalam upaya menyebar luaskan pendidikan damai serta upaya-upaya menjaga perdamaian di Aceh".
Program pendidikan damai bagi remaja dilakukan TRANSISI sebagai upaya untuk mendorong partispasi remaja dalam menjaga perdamaian dimana remaja diharapkan dapat menyebarkan pemahaman akan pentingnya perdamaian di Aceh. “Masa depan perdamaian di Aceh akan terjaga jika generasi muda Aceh telah menyadari akan pentingnya perdamaian,” pungkasnya.
[rel-001]