TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Sosial » Wagub: Cegah Korupsi Lewat Pola Makan

Wagub: Cegah Korupsi Lewat Pola Makan
Reza Fahlevi | The Globe Journal | Rabu, 11 Agustus 2010
Banda Aceh - Masyarakat Aceh diminta untuk tidak mempermasalahkan mekanisme peribadatan umat Islam di Aceh. Perbedaan pandangan cara beribadah merupakan hal yang biasa. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar ketika menjadi penceramah di Mesjid Raya Baiturrahman pada malam pertama tarawih, Selasa (10/8).

"Jangan memperdebatkan rakaat shalat tarawih antara delapan dengan dua puluh. Itu hal biasa. Jangan hanya karena itu, Aceh kembali terpecah belah," tegasnya.

Wagub mengatakan, cara beribadah bukan suatu hal yang harus dipermasalahkan. Namun, masyarakat harus berpikir untuk menghidupkan Aceh dengan kehidupan yang Islami, khususnya pada bulan Ramadhan.

"Selain itu, jadikan momentum Ramadhan ini sebagai sebuah awal dari kehidupan yang berperadaban. Ramadhan harus menjadi pendorong bagi kita untuk memulai hidup yang lebih baik," ujar Nazar.

Dalam pidatonya, Nazar juga sempat menyinggung persoalan korupsi yang masih terjadi di Aceh.

"Melalui puasa kita bisa mengontrol korupsi yakni mulai dari cara makan. Ketika hendak berbuka, manusia dirongrong nafsu makan yang dahsyat untuk menyantap berbagai makanan. Sehingga kita membeli banyak makanan. Kala beduk berbunyi, sangat banyak makanan bukaan yang tersisa. Itulah akibat kerasukan yang harus diatur," tukas Nazar.

Menurut Nazar, oleh karena itu bila pola makan berlebihan yang menyebabkan kerakusan merupakan awal dari tindakan buruk lainnya seperti korupsi. Maka perbaiki cara makan agar hal lain bisa ikut terkontrol.

Melalui Ramadhan 1431 Hijriah ini, kata nazar, kita patut untuk terus menjaga perdamaian yang telah ada. Jangan lagi ada keinginan untuk merusak perdamaian. "Hal kecil yang bisa dilakukan, seperti yang saya katakan tadi, hormati cara beribadah orang lain asalkan itu sesuai dengan ketentuan Islam atau Ahlussunnah Waljama’ah," sebut Nazar.[003]



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close