BERANDA » Sosial » Tunda Pembagian Bonus Porprov, Atlit Aceh Tengah Mengeluh
Tunda Pembagian Bonus Porprov, Atlit Aceh Tengah Mengeluh
Win Aman | The Globe Journal | Selasa, 17 Agustus 2010
Takengon - Terkait tunda-tundaan pembagian bonus bagi atlit dan pelatih yang memperoleh medali di Porprov XI Aceh di Bireuen, dan terakhir seperti yang dijanjikan pada peringatan HUT RI ke 65, 17 Agustus 2010, bonus akan dibagikan dan ternyata gagal. Pemkab Aceh Tengah hanya memberikan secara simbolis saja kepada tiga orang pelatih dan satu orang perwakilan pelatih. The Globe Journal menghimpun sejumlah pendapat dari berbagai kalangan.
Atlit Selam penyumbang Emas pertama untuk Aceh Tengah, Usmar Efendi mengaku sangat berharap uang bonus haknya segera diberikan karena dirinya merupakan tulang punggung ekonomi keluarganya di Tan Saril, apalagi dalam bulan Puasa dan menyambut Ramadhan.
“Saya tak lagi punya ayah dan Ibu saya sakit-sakitan. Saya butuh modal untuk berjualan ikan untuk menutupi kebutuhan keluarga,” tutur Fendi, panggilan akrabnya di tempatnya berjualan ikan di Simpang Tan Saril, Selasa (17/8).
Selanjutnya salah seorang atlit peraih medali emas balap sepeda, Juliansyah yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli pangkul di sebuah pabrik kopi di Takengen mengaku sangat butuh uang dalam bulan Ramadhan ini.
“Saya hanya tamatan SD dan tidak punya orang tua lagi. Dengan uang bonus tersebut saya bisa menutupi kebutuhan hidup saya dan mungkin bisa membantu kakak saya yang juga keluarga kurang mampu,” kata Juli bernada miris seraya mengaku dirinya belum pernah memegang uang hingga jutaan rupiah. Juli juga mengungkapkan dirinya sudah menghutang membeli sepeda sebagai transportasi sehari-harinya dan akan dibayarkan setelah uang bonus diberikan.
Keterangan lainnya diperoleh dari orang tua atlit, Ardinalsyah, warga Kampung Gelelungi, putrinya Ulfa Hidayati adalah peraih emas di Sepeda Gunung Down Hill Senior Putri, menyatakan heran kenapa bonus untuk anaknya belum cair-cair juga. “Saya dengar info dari anak saya, pembagian bonus tanggal 17 Agustus 2010. Tapi ternyata nihil. Ada apa ?, apakah tidak ada persiapan dari pihak terkait,” kata Ardinalsyah bernada heran.
Atlit lainnya, Nur Wahyu Afriana, peraih medali emas di beberapa nomor pertandingan balap sepeda mengakui diri dan keluarganya tidak terlalu mempersoalkan kapan bonus diberikan. Saya butuh uang nanti saat mulai pemusatan latihan untuk persiapan seleksi selanjutnya. “Saya akan segera beli sepeda untuk latihan sekalian untuk transportasi saya ke sekolah di SMA 8 Takengon. Saya akan terus bersepeda termasuk ke sekolah,” ujar Riri panggilan akrabnya.
Baca Juga :
Warga Keluhkan Biaya Akte Kelahiran Terlalu Mahal
Rumah Bantuan Untuk Dhuafa Bireuen
Sapi Bantuan MAI Diseleksi
Pemuda Aceh Selatan Kutuk Penembakan
Wakil Menteri Agama : Maulid Nabi Bukan Bidah
Komentar Anda