
Banda Aceh - Pada bulan puasa Ramadhan 1431 Hijriah kali ini mahasiswa turun ke jalan untuk menggalang dana bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Koordinator Lapangan, Suwardi mengatakan, penggalangan dana tersebut bertema "Dara Lisa" yakni, Damai Ramadhan Peduli Sesama. Tujuannya, untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa masih banyak anak yatim dan kaum dhuafa di Aceh yang membutuhkan uluran tangan dari masyarakat.
"Namun, tujuan utamanya ada tiga seperti tertera di kotak amal yaitu untuk pembangunan balai diklat anak yatim serta dhuafa, pengembangan program life skill komputer bagi mereka. Lalu untuk santunan beserta buka puasa bersama," kata Suwardi, mahasiswa Universitas Serambi Mekkah (USM), Banda Aceh, Sabtu (14/8).
Ia mengutarakan, rencananya sumbangan tersebut berlangsung pada tiga titik persimpangan di Kota Banda Aceh yaitu Simpang Lima, Jambotape, dan Simpang Surabaya, sebutnya.
Menurut Suwardi, kegiatan tersebut akan berlangsung hingga masuk waktu penghujung Ramadhan. Namun, hal tersebut kemungkinan masih disesuaikan dengan kegiatan para mahasiswa. Sedangkan mengenai waktu penggalangan tergantung atas tiga tempat, yaitu dilakukan di persimpangan jalan, toko-toko, dan perkantoran.
"Kalau di jalan, mulainya jam 3 hingga jam setengah 6 sore. Untuk kantor dan pertokoan, waktunya dari pagi sampai siang. Namun, untuk hari ini (red,- Sabtu) agendanya masih di jalan saja," jelas Suwardi yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE) USM.
Sementara itu, mahasiswa FE USM lainnya, Riki Julira Putra menambahkan, hari ini penggalangan dana baru berlangsung di satu tempat yaitu Simpang Surabaya. Sumbangan yang berhasil dikumpulkan bernilai total Rp 1.883.400. Dana tersebut nantinya juga akan dipakai untuk buka puasa bersama anak yatim. Ditargetkan, 1.000 orang anak yatim akan diundang pada acara berbuka yang direncanakan pelaksanaannya di Mapolda Aceh. Mengenai waktu, belum ada kepastian tapi diperkirakan di atas tanggal 25 Agustus ini.
"Akan tetapi, kami juga embuka posko di depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Jadi, masyarakat juga boleh menyumbang di posko tersebut," tutur Riki.
Untuk alat operasional, lanjut Riki, kami dibantu oleh Orphan Care, Peduli Anak Yatim.