
Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh mulai membenahi obyek maupun situs bersejarah sebelum dicanangkan Ibukota Provinsi Aceh sebagai daerah kunjungan wisata.
"Pemko terus berbenah diri berupaya mengimplementasi kota Islami dalam rangka mewujudkan tahun kunjungan wisata 2011," kata Wali Kota Mawardy Nurdin, di Banda Aceh, Kamis (22/4).
Banda Aceh yang berusia 805 tahun memiliki sejumlah obyek wisata religius, sejarah dan obyek wisata tsunami, di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, makam Kesultanan Aceh dan kapal apung.
Pemko Banda Aceh akan mencanangkan program Visit Banda Aceh Year 2011. Program tersebut sebagai komitmen menjadikan kota ini sebagai Bandar Wisata Islami.
Menurut dia, pembenahan dan peningkatan infrastruktur pariwisata mutlak diperlukan untuk mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai daerah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.
Pembenahan infrastruktur pendukung pariwisata lainnya juga dilakukan seperti hotel, restoran dan penyediaan fasilitas pelayanan publik, sehingga wisatawan menjadi nyaman selama di Banda Aceh.
"Selain itu, Pemko Banda Aceh juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), karena tanpa mereka maka program tahun kunjungan wisata tersebut akan sia-sia," sebutnya.
Ia menyebutkan, peningkatan kapasitas itu lebih ditujukan kepada para pemandu wisata, karena mereka akan berhubungan langsung dengan wisatawan.
Jika mereka tidak bagus melayani wisatawan secara profesional dan baik, tentu akan berimbas terhadap kemajuan dunia pariwisata itu sendiri, ujarnya.
"Sumber daya manusia merupakan hal yang penting untuk mewujudkan program kunjungan wisata ini. Sebab itu, kapasitas SDM ini perlu ditingkatkan," kata Mawardy Nurdin.
[kompas.com-001]