TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Seni dan Budaya » Kembangkan Budaya Apresiasi Seni di Sekolah

Kembangkan Budaya Apresiasi Seni di Sekolah
Zulhelmi I The Globe Journal | Minggu, 02 Mai 2010
Bireuen - Pengamat Seni dan budaya Aceh, Syeh Usman Buket Cot Batee mengharapkan kepada seluruh masyarakat terutama pihak sekolah yang membina siswa bidang ekstrakurikuler perlu menumbuh kembangkan budaya apresiasi seni sehingga mereka menghargai dan menghayati seni baik modern maupun tradisional, terutama seni yang bernuansa Islami.

Untuk membudayakan seni dan budaya pihak sekolah perlu menumbuhsuburkan di sekolah sehingga nantinya budaya berubah ke arah yang lebih maju dan sukses serta institusi harus diprogramkan atau didiskedulkan secara terarah sehingga jika ditanamkan tidak ada yang mustahil bahkan budaya Aceh tidak punah.

Demikian harapan dan pernyataan Syeh Usman Buket yang merupakan pakar Seni dan Budaya kepada sejumlah wartawan, Minggu (2/5) di Bireuen. Syeh Usman Buket Cotbatee yang merupakan Syeh Seudati Nek Rasyid Tuha tempoe Doeloe juga meminta para Kelompok Kreasi Seni yang ada juga perlu menumbuhkembangkan kesenian Aceh seperti Rapai Pulet dan Seudati yang nyaris tidak berkembang.

Sementara terkait dengan itu, Kepala SD Negeri 18 Bireuen, Hermanto ZA sangat mendukung apa yang dilontarkan Syeh Usman Buket dan bahkan menurut Hermanto para guru yang merupakan tenaga pendidik itu harus memiliki 4 kompetensi menyangkut pengembangan seni.

Hermanto menambahkan, ke empat kompetensi yang harus dimiliki para porsenil pengembangan seni adalah kompetensi kepribadian, profesional, akademis dan sosial budaya. Selain itu juga harus didukung dengan etos kerja yang harus tinggi antara volume maupun waktu kerja harus berbanding lurus sehingga tidak miring.

Baik Syeh Usman maupun Hermanto keduanya menyebut, progam kegiatan yang akan dilakukan terhadap pengembangan seni harus mempunya sasaran dan tujuan untuk memberhasilkan pendidikan, menambah wawasan,meningkatkan professional guru, perubahan sikap, terutama yang mau sebagai sebagai perintis dan penggerak gagasan demi kemajuan dan pengembangan pembinaan generasi muda mendatang untuk meraih prestasi yang gemilang.

Menurut Syeh Usman, banyak budaya seni tradisional hampir punah, seperti Seudati dan Lawet yang merupakan kesenian khas Aceh kini langka, padahal di Bireuen masih ada tersisa pakar yang bisa diajak untuk menumbuhkembangkan dan menyuburkan pengembangan Seudati seperti Syeh Mukhtar Geudong-Geudong ataupun Syeh dari Geulanggang.

” Bila itu tidak dilakukan pengembangan oleh pihak sekolah, Syeh Usman yakin generasi penerus tidak lagi mencintai seni khas daerahnya tetapi lebih menyukai budaya lain yang tidak bernuansa Islami. ” Tambahnya.

Syeh Usman Buket Cotbatee mengharapkan kepada seluruh kepala sekolah baik SD/MI,SMA/MTs dan SMA/MA/SMK perlu mengembangkan budaya apresiasi seni Seudati dan tari lainnya yang bernafaskan Islam sebab selain kesenian daerah tidak hilang, budaya pengembangan Islam melalui Seudati dan tari yang lain mampu lewat kesenian,tandas Syeh Usman Buket. (MNA)


Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close