TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Seni dan Budaya » Imlek di Aceh Berlangsung Sederhana

Imlek di Aceh Berlangsung Sederhana
Reza Fahlevi | The Globe Journal | Minggu, 14 Februari 2010

Banda Aceh - Menyambut datangnya tahun baru Imlek ke-2561, Minggu (14/2) etnis Tionghoa meramaikan wiharanya, salah satunya Wihara Dharma, Banda Aceh. Perayaan Imlek berlangsung sederhana.

Ketua Yayasan Wihara Dharma Bhakti, Yuswar kepada The Globe Journal menyampaikan, penyelenggaraan Imlek hanya berjalan sederhana. Tak ada perbedaan dengan tahun lalu, karena hanya untuk menyambut tahun baru. Tak ada kegiatan hura-hura pada Imlek ini.

“Barongsai juga tak dihadirkan. Akan tetapi, tahun depan kemungkinan akan ada atraksi barongsai. Itu merupakan budaya etnis Tionghoa yang patut dijaga. Barongsai bukan ritual agama melainkan peninggalan kebudayaan. Jadi, tak ada yang perlu dipersoalkan. Sejak tahun 1968 barongsai tak ada lagi di Aceh,” ungkapnya.

Namun, kata Yuswar, sebelum tahun 1968 atraksi barongsai masih ada. Oleh karena itu, kami merencanakan untuk kembali menghidupkan barongsai. Mengenai izin, harus dilihat dari kondisi masyarakatnya. “Jika memungkinkan, kenapa tidak,” sebut Yuswar.

Menurutnya, toleransi agama di Aceh sudah berjalan dengan cukup baik. Orang Budha beribadah tak ada mengganggu. Orang Kristen beribadah juga tak diganggu. Imlek kali ini juga tak ada gangguan. Ini bukti dari toleransi agama yang cukup baik.

“Perhatian pemerintah terhadap warga turunan juga sudah baik. Tak ada lagi diskriminasi. Kami merasa sudah sangat bebas. Tinggal saja praktik di lapangan yang mesti dilihat.

Dikatakannya, warga turunan yang ada di Banda Aceh kini mencapai tiga ribuan orang. Sedangkan seluruh Aceh belum diketahui. Namun, sebelum tsunami jumlahnya mencapai tujuh ribu orang.
Perayaan Imlek sederhana itu dihadiri oleh etnis Tionghoa yang ada di Banda Aceh mulai dari anak kecil hingga lanjut usia. Perayaan hanya berlangsung di wihara tersebut.

[001]



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close