
Takengen-Hari ini enam kabupaten di Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Subussalam secara resmi akan mengikuti Expo Budaya Leuser 2010 yang dibuka oleh Danrem Lilawangsa Kolonel Infantri Deni K Irawan di lapangan Musara Alun Takengon minggu (28/3).
Ketua Panitia Pelaksana Expo Budaya Leuser 2010, yang juga sebagai Ketua Dewan Kesenian Takengon (Dekate), Purnama K Ruslan dihadapan Danrem Lilawangsa serta Bupati dan Walikota dari daerah peserta budaya enam Kabupaten dalam laporannya menyatakan permintaan ma’af karena bantuan dari Provinsi Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Parawisata Aceh di tolak berhubung bantuan yang diberikan itu tidak layak dan tidak sesuai.
Dikatakan Purnama, Dinas Kebudayaan dan Parawisata Aceh memberikan bantuan Rp.25 juta untuk acara Expo Budaya Leuser 2010 dan bantuan tersebut dijanjikan akan diberikan pada akhir bulan Mei mendatang sehingga pihak panitia menolak langsung bantuan tersebut.
Di Banda Aceh, lanjut Purnama, kegiatan dan acara yang kecil sekalipun, pihak provinsi memberikan bantuan yang cukup besar, kenapa acara yang sebesar Expo Budaya Leuser 2010 hanya di bantu Rp.25 juta, gugatnya.
Purnama membandingkan, enam kabupaten yang mengikuti Expo Budaya Leuser 2010 masing-masing memberikan bantuan dengan rata-rata Rp. 65 juta hingga Rp. 100 juta, sementara tujuan pokok dari Expo Budaya Leuser yaitu memperkenalkan wilayah Leuser kepada dunia yang didiami oleh masyarakat Melayu Tua sebagai kawasan yang kaya budaya.
Adapun tujuan kegiatan adalah mempertemukan dan menjalin silaturrahmi antar seniman dan budayawan rumpun Melayu Tua dalam memaknai karya-karya seni. Acara ini direncanakan berlangsung selama 4 hari, 28 hingga 31 Maret 2010.
Danrem Lilawangsa Kolonel Infantri Deni K Irawan sebelum membuka Expo Leuser 2010 mengatakan, Expo Budaya Leuser ini juga sebagai ketahanan budaya yang ada di Aceh serta keutuhan bangsa.
Dikatakan Danrem, pihak provinsi dalam hal kebudayaan harus berpedoman pada kebijakan nasional sesuai dengan peraturan Menteri Kebudayaan dan Parawisata No 42 tahun 2009 tentang Pedoman Kebudayaan.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Ir Nasaruddin MM dalam sambutannya menyatakan Aceh kaya budaya seperti budaya Aceh pesisir, budaya Gayo, budaya Alas, Singkil dan beberapa budaya lainnya, budaya tersebut harus dijaga dan didukung.
Menurut Nasaruddin, di Dataran Tinggi Gayo masih banyak sejarah yang belum dipublikasikan seperti sejarah Linge. Orang Gayo sudah ada sejak 3500 tahun yang lalu, hal itu dibuktikan dengan ditemukannya kerangka manusia yang diperkirakan pernah hidup 3500 tahun lalu oleh Tim Arkeologi dari Medan Sumatera yang melakukan penelitian situs sejarah di sekitar Danau Lut Tawar kota Takengon, jelas Bupati.
Dari informasi yang dikumpulkan, selain pameran dan pagelaran seni budaya, panitia kegiatan juga menyelenggarakan seminar-seminar, diantaranya tentang pahlawan Aman Dimot, temuan Arkeologi di Takengon dan sejarah Radio Rimba Raya.
Sementara bertepatan di hari yang sama, di Kabupaten Bener Meriah juga dilaksanakan penutupan acara Pacuan Kuda Tradisional yang diselenggarakan dalam memperingati hari jadi ke-6 kabupaten tersebut setelah mekar dari Kabupaten Aceh Tengah. (MNA)