BERANDA » Seni dan Budaya » Bireuen Buka Tempat Wisata Islami
Bireuen Buka Tempat Wisata Islami
Zulhelmi I The Globe Journal | Minggu, 11 April 2010
Bireuen - Dalam waktu dekat ini Kabupaten Bireuen akan membuka tempat-tempat wisata yang selama ini ditutup untuk umum akibat pengunjungnya tidak mematuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh warga yang tinggal disekitar tempat wisata.
Tempat-tempat wisata yang ada di kabupaten Bireuen, nantinya akan dibangun pos terpadu untuk keamanan, seperti Polsi, TNI, dan WH serta warga supaya tidak terjadi peranggaran syarit islam.
Hal tersebut dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Teuku Saladin SH Minggu (11/4) pada acara silaturahmi dan rekreasi bersama keluarga polisi Bireuen dengan Muspida Plus dan semua elemen masyarakat dan juga ikut dihadiri Gubernur Aceh, di tempat wisata Krueng Simpo Kecamatan Juli Bireuen.
Saladin mengatakan, untuk membuka kembali tempat wisata di Bireuen, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, tapi katanya Pemda setempat yang mempunyai peran dalam hal ini, sementara kepolisian setempat mendukung terujudnya pariwisata Islami di Bireuen.
Sebelum membuka tempat - tempat wisata di Bireuen, sebut Saladin lagi, dalam waktu dekat ini akan di undang seluruh elemen masyarakat, meminta masukan dalam mencari solusi yang baik untuk tempat pariwisata yang dapat diterima semua lapisan masyarakat.
Di pos tepadu nantinya juga ditugaskan Provost Polisi, Provost TNI, dan Subden POM." Kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum aparat, maka akan segera ditangani oleh provost masing-masing kesatuan," sebutnya.
Untuk mendukung pariwisata yang Islami itu, pihak swasta dan pihak perbankan juga akan dilibatkan guna menunjang pariwisata itu nantinya. Sementara Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sangat mendukung gagasan tersebut ,sebab menurutnya tempat wisata itu juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat disekitar tempat tersebut. (MNA)
Baca Juga :
PKS : Best Western Dibangun, Kemegahan Baiturrahman Hilang
Darni Daud : Ini Cuma Peusijuk, Bukan Deklarasi Atau Kampanye
Ketika Jurnalisme Dibungkam Maka Sastra Bicara
Tarian Aceh Meriahkan Malam Tahun Baru di Kalimantan
Layakkah Rambut Korea Jadi Tren 2012?
Komentar Anda