TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Politik » Parpol Butuh Jembatan Komunikasi

Parpol Butuh Jembatan Komunikasi
Reza Fahlevi | The Globe Journal | Sabtu, 31 Juli 2010

Banda Aceh - Menyikapi perkembangan nilai-nilai demokrasi paska perjanjian damai di Helsinki antar Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sebuah LSM lokal yaitu CARe Aceh membuat program yang dinamakan Forum Komunikasi Partai Politik Dalam Mengatasi Kebutuhan Konstituennya.
 
Manager Program CARe Aceh, Aryos Nivada menyampaikan, program tersebut akan diluncurkan besok (31/7) di Hotel Oasis, Banda Aceh. Sasaran dari program ini yaitu partai politik, konstituen, dan komponen masyarakat sipil lainnya.
 
Sedangkan tujuan utamanya, lanjut Aryos, untuk menjembatani komunikasi dua arah antara partai politik dengan konstituennya. Selain itu akan mengidentifikasi masalah-masalah dan kebutuhan dari konstituennya. Terakhir adalah menguatkan dan meningkatnya akses partisipasi dari berbagai komponen masyarakat sipil dan pihak - pihak yang dianggap strategis untuk memenuhi hak dasar rakyat.

"Jadi perlu jembatan bagi parpol dengan konstituennya,"sebutnya. 
 
"Program ini juga menargetkan lahirnya kertas posisi dari partai politik yang nantinya akan disosialisasikan ke publik. Kertas posisi yang dihasilkan partai politik haruslah mencerminkan platform partai, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini akan memperkuat platform partai politik,' ujarnya. 

Menurut Aryos, hal paling penting yaitu kertas posisi menjadi rujukan ataupun pijakan dalam merealisasikan kebutuhan dasar konstituennya. Target lainnya hasil kertas posisi ini akan menjadi rujukan implementasi kerja-kerja politik partai kepada konstituennya. Implementasi dari program di mulai dari bulan Juli - Desember 2010. 

"Pengharapan baru ini tentunya harus disinergiskan dengan partisipasi dari rakyat dari berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan membawa Aceh menjadi lebih baik ke depan," jelas Aryos. 

Ia memaparkan, dari partisipasti aktif itu menghasilkan usulan terhadap kebutuhan dasar dari konstituennya ataupun masyarakat Aceh secara keseluruhan. Hal itu disebabkan, keberadaan partai politik memperjuangkan, sekaligus merealisasikan kebutuhan atau hak dari rakyat. Mekanismenya bisa melalui wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen, karena keberadaan mereka sebagai penyambung lidah masyarakat serta orang yang dipercaya untuk memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan.

"Program ini hasil kerjasama CARe Aceh dengan Internasional Republican Institute,"tuturnya.



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close