TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Pendidikan » Wagub Aceh Terima Mahasiswa dan Profesor Korea

Wagub Aceh Terima Mahasiswa dan Profesor Korea
Zal | The Globe Journal | Kamis, 22 Juli 2010
Banda Aceh - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar pada Kamis (22/7) di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, menerima 30 mahasiwa Induk University (IDU) Korea, dan sejumlah professor pendamping. Rombongan mahasiswa negeri ginseng itu dipimpin Kepala Pusat Pelayanan Sukarelawan Departemen Hiburan dan Penyiaran universitas itu, Prof Min-Yound Yoon. Mereka akan berada di Aceh selama dua minggu, sejak ketibaan Rabu lalu.

Muhammad Nazar menyebutkan, kunjungan mahasiswa dan sejumlah dosennya itu ke Aceh, merupakan keberlanjutan penandatanganan MoU antara Pemerintah Aceh dan Korea yang mengikat kerjasama dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. “Untuk maksud itu, mahasiswa Korea kita undang khusus ke Aceh,” kata Nazar.

Menurut Wagub, sebagaimana dikutip Kabag Humas Pemerintah Aceh Nurdin F Joes, Aceh dan Korea memiliki berbagai kesamaan. Di antaranya, kedua kawasan ini pernah terlibat konflik di negara masing-masing. Bedanya, Korea cepat sadar, lalu berlari kencang membangun pendidikannya. Sehingga, kemajuan Korea hari ini mampu menyamai kemajuan Jepang.

Yang menarik dari Korea adalah, bangsa itu tetap mampu mempertahankan kultur negaranya dalam berbagai aktivitas bisnis, kemajuan teknologi, dan pergaulan internasionalnya. Aceh harus dapat mencontohi negeri itu. Yaitu, dalam pergaulan internasionalnya Aceh harus tetap dapat mempertahankan keislaman, kebudayaan, dan keadatan. “Aceh harus membuka diri dengan dunia internasional dengan mempertahankan keistimewaan dan kekhususannya,” kata Wagub.

Ditambahkan, disadari pendidikan Aceh masih tertinggal jauh dibanding Korea. Alasannya, daerah ini baru lima  tahun keluar dari konflik dan bencana. Untuk itu, Aceh akan bermitra dengan Korea untuk mengembangkan pendidikan, kebudayaan, kesehatan dan berbagai sektor lainya.

Di bidang-bidang tertentu, misalnya kemaritiman dan perikanan, Korea juga diharapkan untuk membantu Aceh. Apalagi beberapa waktu lalu telah ditandatangani kerjasama di Busan Korea, ketika Wagub Aceh mendapat undangan pada pertemuan IMO (international maritime organization) yang dilangsungkan di Korea.

Pimpinan rombongan Prof Yoon menyebutkan, Korea pernah berkonflik dalam perang Korea 60 tahun lalu. Aceh dan Korea sama nasibnya, tapi mereka cepat sadar untuk maju. Pendidikan di sana berjalan baik, dan SDM Korea sangat teruji.

Ke depan Korea melalui IDU University akan membantu Aceh untuk mencerdaskan SDM kawasan paling ujung barat Sumatera ini. Sementara Prof Woong-Rae Kim, Kepala Pusat Keberlanjutan Pendidikan IDU University meyakini, Aceh secara cepat dapat maju dalam segala bidang. "Yang penting Pemerintah Aceh benar benar berkonsentrasi membangun dunia pendidikan di kawasan ini," pintanya.

Demikian Nurdin F Joes menginformasikan melalui surat elektroni kepada The Globe Journal, Kamis (22/7). [rel/003]



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close