TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Olahraga » Prestasi Olah Raga Aceh Memprihatinkan

Prestasi Olah Raga Aceh Memprihatinkan
Zulhelmi | Kamis, 15 Juli 2010
Bireuen-Gubernur Propinsi Aceh Irwandi Yusuf menyatakan akhir akhir ini prestasi olah raga Aceh terlihat memprihatinkan, namun buruknya prestasi dibidang olah raga itu tidak perlu saling menyalahkan.Hal itu diungkapkan Irwandi Yusuf ketika membuka Pekan Olah Raga Propinsi (PORPROV) XI Aceh yang berlangsung di Stadiun Cot Gapu Bireuen, Kamis (15/7) kemarin. Pembukaan PORPROV itu juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa grup drumband dan disaksikan ribuan pengunjung termasuk dari kalangan siswa sekolah.

Pada acara yang terlihat meriah dan dihadiri para pejabat Aceh seperti Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hambali Hanafiah, para bupati/ wali kota dari kabupaten/ kota, Gubernur Irwandi Yusuf, menyatakan penyebab menurunnya prestasi olah raga di propinsi ujung barat pulau sumatera itu, diantaranya dampak dari bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 lalu dan akibat perang saudara serta kepindahan atlet keluar Aceh atas alasan di Aceh tidak tersedia sarana olah raga yang memadai.

 Kata Irwandi Yusuf dalam musibah tsunami telah banyak jatuh korban manusia dan didalamnya termasuk para atlet atlet andalan Aceh yang meninggal dalam bencana dahsyat tersebut. “Kita pernah memiliki atlet anggar yang tangguh, cabang bola juga pernah gemilang. Akhir- akhir ini jangankan tingkat nasional untuk Aceh saja belum dapat diandalkan,”ujarnya.

Dibagian lain orang nomor satu di pemerintahan Aceh Itu, mengingatkan untuk tidak saling menyalahkan atas anjloknya prestasi cabang olah raga di bumi Iskandar Muda seperti itu, tapi yang perlu diupayakan adalah bersama- sama untuk membangkitkan kembali prestasi atlet Aceh. Mulai tahun ini, kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Pemerintah Aceh telah  mencanangkan sebagai tahun kebangkitan olah raga Aceh dan pada PON 2012 di Riau atlet — atlet Aceh dapat memperbaiki prestasi olah raga Aceh.

Dikatakan pula untuk mengembalikan prestasi olah raga di propinsi berjulukan serambi mekkah itu, dikatakan gubernur Irwandi Yusuf, pemerintah Aceh pada 2007 lalu telah mengirimkan 30 pemain bola kaki usia muda ke Paraguay untuk berlatih di negara Amerika latin itu. Selain mengirim pemain pemain muda bola kaki juga telah mengirim atlet tae kwando untuk berlatih di Korea.

Selain itu Irwandi Yusuf menyinggung tentang harapan masyarakat Bireuen untuk menambalkan nama stadion Cot Gapu Bireuen dengan nama tokoh olah raga Bireuen seperti disampaikan Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman pada sambutannya diacara tersebut. Dikatakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, untuk memberi nama stadion kebanggaan masyarakat Bireuen itu ia perlu membicarakan dengan masyarakat Bireuen dan juga perlu mendengar masukan positif dari tokoh Aceh lainnya.

Ketua Koni Aceh Zainuddin Hamid, mengaku awalnya ia sempat cemas dengan ditetapkan Kabupaten Bireuen sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan PORPROV XI Aceh, namun sekarang ini meresa bahagia karena dari pembukaannya saja sudah terlihat sukses luar biasa. “Untuk kedepan kita harapkan Pemerintah Kabupaten/ Kota agar menganggarkan dana khusus untuk kegiatan olah raga, sehingga tidak menimbulkan kecemasan menghadapi even seperti ini,”ujar Zainuddin Hamid, tokoh olah raga yang dekat dengan sapaan Let Bugeh.

Sementara Ketua Umum Panitia PORPROV XI Aceh Tahun 2010 di Bireuen, Nasrullah Muhammad dalam laporannya, melaporkan PORPROV yang dijadwalkan berlangsung dari 15 sampai 26 Juli 2010 diikuti oleh 7.653 atlet yang akan bertanding pada 29 cabang olah raga.

 Adapun kabupaten/ kota yang mengikuti PORPROV Tahun 2010 itu yaitu Aceh Barat mengikuti 18 cabang, Abdya mengirimkan 140 atlet yang mengikuti 13 cabang, Aceh Besar mengirimkan 250 atlet untuk 23 cabang, Aceh Jaya, mengirimkan 136 atlet yang akan mengikuti 13 cabang,Aceh Selatan sebanyak 200 atlet untuk 21 cabang, Aceh Singkil mengirimkan 156 atlet dengan mengikuti 14 cabang, Aceh Taming, 277 atlet, mengikuti 26 cabang, Aceh Tengah, mengirim 295 atlet untuk 23 cabang, Aceh Tenggara, sebanyak 211 atlet untuk 18 cabang, Aceh Timur, sebanyak 285 atlet untuk 25 cabang, Aceh Utara, mengirimkan 396 atlet mengikuti 28 cabang, Kota Banda Aceh, mengirim 263 atlet untuk 23 cabang, Bener Meriah, mengirim 355 atlet untuk 23 cabang, Gayo Lues, mengirim 96 atlet untuk 13 cabang, Kota Langsa 381 atlet untuk 27 cabang, Kota Lhokseumawe, mengirim 324 atlet untuk 29 cabang, Nagan Raya, mengirim 164 atlet untuk 19 cabang, Kabupaten Pidie 144 atlet untuk 11 cabang, Pidie Jaya, sebanyak 221 atlet untuk 21, Sabang, sebanyak 207 atlet untuk 22 cabang, Simeulu, sebanyak 101 atlet, untuk 8 cabang, Subulussalam 95 atlet untuk 10 cabang, dan tuan rumah Bireuen 432 atlet untuk 29 cabang.[003]

  

              

              

              



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close