
Bireuen - Sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Bireuen, khawatir pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XI, Juli mendatang akan gagal. Acara ini sendiri yang akan di gelar di Kabupaten pimpinan pasangan Nurdin Abdul Rahman-Busmadar Ismail.
Hingga saat ini belum terlihat adanya gaung ataupun tanda-tanda perhelatan akbar itu akan dimulai. Selain itu, sejumlah lapangan pertandingan belum rampung, bahkan beberapa venue (arena) yang telah rampung, diduga tak sesuai spesifikasi.
Menurut informasi yang dari berbagai sumber, Sabtu (8/5), jadi atau tidaknya pelaksanaan Porprov menjadi pembicaraan hangat masyarakat Bireuen.
Masyarakat khawatir, jika ajang olahraga akbar itu gagal dilaksanakan di Bireuen, maka pemerintah akan dicaci maki oleh rakyatnya sendiri dan menjadi bahan cemooh bagi daerah lain.
Kekhawatiran masyarakat terutama para pecinta olahraga dan para pengurus cabang olahraga, hampir terjawab sudah. Dimana, sejumlah venue pertandingan untuk 29 cabang yang akan dipertandingkan pada perhelatan akbar yang tinggal menunggu hari ‘H’. Tapi hingga kini masih jalan di tempat atau belum memenuhi syarat. Seperti lintasan balapan, bola voli, dan sejumlah venue lainnya.
Menurut keterangan tim pengecekan dari Banda Aceh, dari delapan titik lokasi pembangunan lapangan bola voli yang sudah rampung dikerjakan, hanya dua unit yang bisa digunakan. Hal itu sesuai dengan hasil pengecekan atau evaluasi tim dari Pengprov cabang Voli Jumat (7/5). Dan ini akan menambah kekhawatiran terutama atlet bola voli dan masyarakat pecinta olahraga itu saat berlangsungnya even akbar tersebut.
Selain itu, upaya untuk mempublikasikan Porprov tersebut bagi masyarakat, hingga kemarin belum tampak sama sekali.
“Kesannya, pihak panitia kurang ikhlas dalam melaksanakan pekan olahraga tingkat Provinsi Aceh di kabupaten Bireuen, dan juga panitia nampaknya hanya ingin mengambil keuntungan ketika dimulai pelaksanaan pembangunan porprov ini”, nilai sejumlah warga.
Dan sebagian pengurus olahraga di Bireuen ragu kalau Porprov ke-XI tahun ini dapat dilaksanakan di Bireuen. Pasalnya, masih banyak lapangan pertandingan yang belum jelas dan masih seperti sediakala, dengan kata lain dibangun asal jadi.
“Buktinya saat datang tim dari provinsi mengecek sejumlah venue itu, masih ada yang tak sesuai yang diharapkan, seperti lapangan bolavoli dan sejumlah venue lainnya,” kata seorang pengurus cabor di Bireuen.
Sekretaris Porprov, Iskandar Yusuf, didampingi Ketua Pelaksana Harian, Ridwan Khalid yang ditanyai hal tersebut oleh sejumlah wartawan di pendopo setempat, Sabtu (8/5) mengatakan, pihaknya mengakuinya saat ini sedang senternya dibicarakan masyarakat pelaksanaan Porprov di Bireuen terancam gagal
“Saat ini kami kira kalau masalah venue pertandingan hampir keseluruhannya sudah layak, namun masih ada beberapa arena yang perlu pembenahan, seperti lapangan bolavoli, lapangan bola kaki, dan kita sudah meminta kepada pihak ketiga selaku pelaksana pembangunan untuk segera merenovasi atau memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut,” jelas Iskandar Yusuf.
Dilanjutkannya, pihaknya belum dapat membayar penuh ke pihak rekanan, jika sejumlah venue itu belum dapat di diterima oleh Pengprov masing-masing cabor itu.
“Kalau dikatakan oleh pihak Provinsi bahwa lapangan pertandingan itu sudah dapat digunakan, baru kita bayar, ini sesuai dengan petunjuk serta perjanjian kita dengan pihak pelaksana pembangunan berbagai cabor itu,” katanya.
Terkait publikasi, Ridwan Khalid mengaku, memang sejumlah kalangan masyarakat langsung menanyakan terkait Proprov di Bireuen, dan ini kita maklumi, terutama kurangnya publikasi.
“Dalam beberapa hari ini, akan terlihat dimulai dilakukan publikasi, penyemarakan Porprov seperti spanduk, baliho, dan berbagai atribut lainnya yang kini sedang dicetak, sehingga gaung Provrov yang ditunggu-tunggu masyarakat akan terlaksana”, akunya.