
Bireuen - Enam atlit tinju Bireuen yang baru saja pulang dari kejuaraan tinju regional Piala Bupati Langkat Medan disambut meriah oleh Dandim 0111/Bireuen didampingi ketua Pertina setempat, Danyon Yonif 113 Jaya Sakti, Letkol Inf. Trenggono. Dandim berjanji akan merekom atlet Bireuen yang berprestasi untuk masuk menjadi anggota TNI.
Selain disambut oleh Dandim serta Danyon Yonif 113 Jaya Sakti, petinju yang berlaga di event tersebut diarak dan keliling kota Bireuen hingga ke Matang Glumpang dua Peusangan dengan menggunakan mobil bak terbuka.
Dalam kejuaraan itu, empat dari enam atlit yang diikutsertakan itu meraih satu medali perak tiga perunggu yakni, Edi Wibawa kelas 54 Kg (perak), Faisal kelas 51 kg (perunggu), Wahyudi kelas 57 Kg (perunggu), dan Fakrurazi kelas 60 Kg (perunggu). Sementara Edi Wibawa yang sempat masuk final dan meraih perak di kejuraan tinju tersebut juga dinobatkan sebagai petinju favorit oleh komisi pertandingan dari Jakarta.
Pelatih tinju Bireuen, Joniful Bahri, kepada wartwan Senin (3/5) mengatakan, meskipun mereka tidak disambut oleh Pemerintah Bireuen, namun ia sangat bangga telah disambut oleh Dandim 0111/Bireuen, Letkol (Inf) R Suharto dan Danyon 113/Jaya Sakti, Letkol (Inf) Trenggono.
“Dengan penyambutan ini, tentunya sebuah kebanggaan tersendiri dan berterima kasih kepada Dandim dan Danyon, serta kepada seluruh masyarakat Bireuen. Karena dengan dukungan mereka kami bisa maraih medali di Langkat, serta mampu mengharumkan nama daerah khususnya Bireuen”, kata Joni yang juga wartawan media lokal.
Sebut Joni, ini adalah bukti keseriusan kami dalam mengembangkan olahraga tinju di Bireuen, meski tanpa adanya dukungan dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Dandim 0111/Bireuen, Letkol (Inf) R Suharto dalam acara penyambutan atlet tinju Bireuen mengatakan, dirinya berkomitmen akan merekom atlet Bireuen yang berprestasi untuk masuk menjadi anggota TNI.
“Saya menjamin bagi atlet terbaik dan telah membawa nama daerah lulus menjadi tentara, namun atlet tersebut harus memenuhi syarat-syarat untuk ikut tes menjadi TNI,” katanya. Penyambutan atlit tinju, kata dia, sebagai wujud kepedulian terhadap atlit Bireuen yang telah berbuat serta berjuang membawa nama daerah, dan mereka patut dihargai meskipun dengan sambutan sederhana, daripada tidak sama sekali, katanya. (MNA)