
Lhokseumawe - Kota Lhokseumawe masih tercatat sebagai daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD) untuk Provinsi Aceh, dan berada di peringkat kedua setelah Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, penduduk setempat diingatkan untuk selalu siaga terhadap serangan penyakit ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Ratna Zahara, yang ditanya Analisa, Jumat (13/8) mengatakan, sepanjang Januari-Agustus 2010, jumlah kasus penyakit DBD di daerah ini mencapai 254 kasus.
Sepanjang rentang itu, katanya, dua orang meninggal dunia.
Khusus untuk bulan Agustus ini, tercatat sudah 30 kasus penyakit DBD yang dilaporkan. Sedangkan untuk periode sama pada tahun lalu, tercatat jumlahnya sebanyak 90 kasus.
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi di tingkat masyarakat adalah agar tetap menerapkan pola 3M, yaitu menguras, mengubur, menutup dan membersihkan lingkungan dan lainnya.
Bersihkan parit agar jentik-jentik nyamuk tidak berkembang-biak, kata Ratna Zahara yang tengah melakukan kegiatan supervisi di Puskesmas Banda Sakti.
Dikatakan, musim hujan saat ini dan kadang-kadang disertai cuaca panas, merupakan kondisi sangat rawan bagi munculnya serangan penyakit DBD.
Dikatakan juga, Dinas Kesehatan Lhokseumawe terus melakukan kegiatan pengasapan (fogging) di wilayah-wilayah yang rawan DBD.
Meski demikian, diakuinya, pengasapan tidak akan mampu melenyapkan jentik-jentik nyamuk penyebab DBD. Sangat dibutuhkan juga peranan masyarakat di dalam upaya pemberantasannya. (MNA-ANALISA)