
Jakarta - Pengamat intelijen Dynno Chresbon mengatakan lima teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Kabupaten Bandung dan Subang kemarin masih memiliki hubungan dengan kelompok teroris pimpinan Abdullah Sunata. "Mereka adalah pengikut Abdullah Sunata," kata Dynno lewat sambungan telepon, Minggu (7/8).
Menurut Dino, kelompok ini memang mempersiapkan serangan terhadap Presiden, Pimpinan Polri, objek-objek vital nasional, dan warga negara asing. "Mereka menyasar kedubes dan hotel-hotel asing," kata dia.
Aksi penangkapam kelima teroris merupakan kelanjutan dari rangkaian penangkapan kelompok pendukung di Klaten, Wonosobo, dan Indramayu. "Otomatis kelimanya juga terkait dengan kelompok Aceh," ujarnya. Jaringan teroris Aceh, kata Dino, sebanyak 60 persen anggotanya berasal dari NII non-teritorial di wilayah provinsi Banten.
Dynno mengatakan, kelima teroris rencananya melancarkan serangan pada bulan Agustus ini. "Top event serangannya pada bulan Agustus, tapi saya tidak tahu tepatnya kapan." Berdasarkan dokumen yang ditemukan polisi di tempat kejadian, mereka memang merencanakan serangan pada peringatan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus nanti. "Yang pasti, prioritas utama yang menjadi target serangan adalah Presiden Yudhoyono," kata dia.
Dino menganggap tingkat perencanaan serangan yang disusun kelima teroris yang ditangkap kemarin itu serius. "Mereka berlima adalah simpul serangan bulan Agustus ini." Dengan ditangkapnya kelima teroris itu, lanjutnya, serangan bulan ini hampir dipastikan urung dilaksanakan. "Menurut saya akan gagal," ujarnya.(MNA-TEMPOINTERAKTIF)