
Jakarta - Polisi menyebut Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba'asyir berperan aktif dalam pelatihan senjata teroris di Aceh Besar, pada Mei lalu. Ba'asyir diduga turut dalam perencanaan awal sampai terbentuknya Al-Qaeda Aminah yang berfungsi sebagai basis militer di Aceh.
Selain menunjuk Ustad Mustakim sebagai qodi'i atau pemimpin di Aceh, Ba'asyir juga menunjuk Mustofa alias Abu Tholut sebagai pengelola latihan." Ba'asyir juga menunjuk Dulmatin sebagai penanggungjawab latihan," kata Juru Bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (9/7).
Ba'asyir, kata Edward, juga berperan sebagai pihak yang merestui dan mendanai latihan militer di Aceh. Bahkan dia mengetahui semua rangkaian pelatihan teroris di Kota Serambi Mekkah tersebut. "Dia mendapat laporan rutin pengelola di lapangan, Abu Tholut." Atas dasar bukti-bukti itulah, lanjut Edward, tim Datasemen Anti-teror 88 Polri menangkap Pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo.
Edward mengaku belum bisa menyimpulkan, apakah Ba'asyir memiliki garis komando terhadap Abdullah Sonata. Sonata, seperti disebut polisi sebelumnya, termasuk pimpinan kelompok teroris di Aceh, Cawang, Cikampek, serta di Sukoharjo, Jawa Tengah. "Saya katakan dia terkait dengan keterangan Abdullah Sonata, ya. Tapi secara struktural, saya belum mendapat informasi sejauh itu," kata Edward. (MNA-TEMPO)