
Lhokseumawe - Jika ingin berlibur ke luar negeri (LN) seperti Malaysia, harus berhati-hati menyerahkan ATM kepada orang yang tidak dikenal, tak terkecuali kepada petugas bank sekalipun.
Soalnya, pelaku kejahatan di negara tetangga tersebut sangat piawai, karena tanpa disadari uang di rekening bank kita akan raib.
Hal inilah yang dialami Sayuti Achmad (38) warga Komplek Mutiara Indah, Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe. Sebanyak Rp 922.534 uang tunai yang disimpan dalam rekening Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil dicuri.
Sayuti mengaku, sepekan lalu dia berlibur bersama keluarganya ke Singapura dan Malaysia. Ketika hendak pulang ke Aceh, Kamis (8/7), Sayuti singgah di swalayan, Komtar Penam Penang. Saat itu, dia kehabisan stok uang sehingga mengharuskannya melakukan penarikan via Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Kemudian, Sayuti melihat ada My Bank terdekat di swalayan itu dengan beberapa petugas wanita dan pria. Lalu dia meminta informasi pada petugas My Bank, karena hendak menarik uangnya dalam bentuk tukaran dengan Ringgit Malaysia (RM). Dengan tutur kata yang sopan, salah seorang pria petugas My Bank meminta kartu ATM dari Sayuti.
Tanpa curiga dia memberikan kartu ATM miliknya kepada pria tersebut. Setelah itu, pria tadi mengatakan "Oh, ini gak bisa ambil di sini Bang," kata petugas itu pada Sayuti. "Saya tidak curiga dan mengambil kembali kartu itu masuk ke kantong dan mengambil kartu BCA untuk berbelanja," ujarnya.
Ketika pulang ke Lhokseumawe, Senin (12/7) seperti biasa guna mengecek data transaksi di Bank BNI dan mengeprint data penarikan baru terlihat di buku tabungan, ada penarikan Tgl 8 Juli pukul 10.30 WIB. Padahal, dia sama sekali tidak menarik uang hari itu di Malaysia.
Karena melihat ada keganjilan, Sayuti Achmad langsung menemui petugas bank dimaksud untuk menceritakan transaksi mencurigakan itu. Setelah ditindaklanjuti oleh petugas bank, baru diberitahu kalau di Malaysia harus hati-hati. "Dipegang saja kartu sudah dapat dicairkan uang di Bank, apalagi kalau sempat digesek. Masih untung hanya Rp 922 ribu digesek," pungkas Sayuti meniru ucapan petugas bank. (MNA-GLOBAL)