TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Ekonomi » SPBU di Lhokseumawe Kena Razia Polisi

SPBU di Lhokseumawe Kena Razia Polisi
Selasa, 24 Agustus 2010

Lhokseumawe - Aparat Polres Lhokseumawe merazia tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah itu untuk memeriksa kelayakan peralatan pom bensin tersebut, sehingga tidak merugikan konsumen.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bripka Bustani di Lhokseumawe, Senin menyatakan, hasil razia tersebut tidak ditemukan adanya indikasi penipuan yang berpotensi merugikan konsumen.

"Setelah kita periksa satu persatu, baik tingkat suhu, kemurnian dan kekentalan atau mutu BBM, hingga ke tahap volumenya, semua masih diambang batas normal," katanya, tadi pagi.

Menurut Bustani, dalam setiap liter BBM, ambang batas kekurangan volume BBM tidak boleh melewati 3 meliliter.

"Yang kita periksa pada setiap SPBU ini per 10 liter BBM, tidak kita temukan kekurangan volume yang melewati 30 mililiter. Begitu juga untuk mutu BBM (dencisitas dikali dengan tingkat suhu), ambang batas normalnya untuk bensin adalah 0,800 dan solar 0,900, terang Bustani.

Ia menambahkan, razia terhadap SPBU tersebut dalam rangka penertiban guna menghindari indikasi manipulasi yang merugikan konsumen. "Ini kita lakukan sesuai perintah Kapolda Aceh yang meminta agar setiap Polres menindak tegas SPBU yang membandel atau menjual BBM tidak sesuai ketentuan," katanya.

Namun demikian dari razia tersebut ada SBPU Kutablang milik mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Zulkifli Hanafiah tidak memiliki peralatan pengecekan tingkat suhu dan volume BBM, namun masih ditolerir.

Polisi sempat kewalahan melakukan pemeriksaan suhu dan volume BBM, karena SPBU itu tidak memiliki peralatan yang lengkap.

"Peralatan itu telah rusak beberapa tahun lalu, tetapi tidak dibeli lagi oleh pengelola SPBU," kata seorang tenaga pengawas SPBU Kutablang kepada polisi.

Akibat tidak adanya peralatan lengkap, pihak SPBU Kutablang harus pulang pergi membawa sample BBM ke SPBU Kota untuk pemeriksaan.

"Seharusnya setiap SPBU memiliki peralatan yang lengkap, ini inventaris penting untuk pengecekan tingkat suhu, volume, serta kemurnian BBM," ujar Bustani.

Tapi ada satu SPBU yang pertama di Aceh mendapatkan sertifikasi pasti pas dari Pertamina, yakni SPBU Mawadah di Batuphat Timur, Kecamatan Muara Batu.(MNA-WASPADA)



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close