
Banda Aceh - Aceh pada tahun 2011 direncanakan akan mendapatkan jatah Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp4,43 triliun. Rencana pengalokasian dana tersebut berdasarkan catatan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011.
Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Ishak Hasan, menanggapi hal tersebut, mengatakan Pemerintahan Aceh harus prioritaskan pembangunan infrastruktur. Tindakan tersebut untuk merangsang iklim investasi di Aceh. Jangan sampai pemanfaatannya seperti sekarang yang belum optimal.
"Buat dana itu bergulir dulu. Dalam artian, pemerintah Aceh harus mengelola terlebih dahulu dana triliunan itu. Lalu, hasilnya baru dibagikan ke tingkat kabupaten dan kota. Jadi, demi perbaikan ekonomi Aceh, untuk sementara dana itu jangan dibagikan dulu ke tingkat kabupaten dan kota," papar Ishak, Selasa (17/8).
Lagipula, kata Ishak, pangawasan serapan anggaran di tingkat kabupaten/kota masih lemah. Oleh karena itu, pemerintah harus memanfaatkan sebaik mungkin dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur di Aceh, misalnya dengan membangun jalan tol yang menghubungkan antar kabupaten bahkan provinsi.
"Dengan begitu, para investor akan tertarik untuk menanamkan modalnya disini. Jalankan dulu pembangunan Aceh secara terpadu. Kalau ga, gimana investor mau masuk Aceh sedangkan di jalan-jalan aja masih ada gerombolan kerbau,"ujarnya.
Menurut Ishak, sebaiknya dana otsus tersebut ditelusuri dulu pengalokasiannya. Kemana saja akan dipergunakan dananya. Namun, dana tersebut bisa dipergunakan juga untuk perbaikan kesejahteraan kaum dhuafa. Akan tetapi, sisanya tetap harus disisihkan untuk pembangunan infrastruktur.
"Karena, investor enggan masuk jika persoalan transportasi, air bersih, listrik, dan lainnya masih bermasalah. Masyarakat pun lebih tertarik bila menggunakan jalan tol walaupun harus bayar, karena lebih nyaman dalam berkendaraan tanpa ada kemacetan," sarannya.