TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Ekonomi » Penerbangan ke Beberapa Bandara di Aceh Dihentikan

Penerbangan ke Beberapa Bandara di Aceh Dihentikan
Rabu, 08 September 2010

Banda Aceh - Sejumlah penerbangan ke beberapa bandar udara (Bandara) di Aceh yang berangkat dari Bandara Polonia Medan dalam beberapa hari ini dihentikan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Ini sebagai dampak meletusnya gunung berapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Penerbangan yang dihentikan oleh Maskapai Susi Air di antaranya ke Bandara Lasikin Sinabang Kabupaten Simeulue, Bandara Alas Leuser Kutacane (Aceh Tenggara), Bandara Cut Nyak Dhien (Nagan Raya), Bandara Kuala Blang Pidie (Aceh Barat Daya) dan ke beberapa bandara lain.

General Manager (GM) Seulawah NAD Air, Surya Darma ketika dihubungi juga membenarkan pesawat komersil Susi Air untuk sementara tidak beroperasi ke beberapa kabupaten/kota di Aceh selama beberapa pekan terakhir.

"Bahkan ada beberapa rute baru di Aceh yang sudah kami rencanakan untuk dilayani pesawat Susi Air, tapi itu semua terpaksa kami tunda sampai situasi memungkinkan," kata Surya Dharma, Selasa (7/9).

Untuk penerbangan Medan-Kutacane (Aceh Tenggara) dan Aceh Barat juga tidak beroperasi selama sepekan terakhir pasca meletusnya Gunung Sinabung di Tanah Karo tersebut.

Lumpuh

Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Rahmad menyatakan, transportasi udara dari dan ke kabupaten kepulauan itu sekarang lumpuh menyusul tidak beroperasinya pesawat komersil Susi Air.

"Hampir dua pekan perusahaan penerbangan Susi Air tidak mengoperasikan armadanya, khusus antara Medan (Sumatera Utara) ke pulau Simeulue serta Kota Banda Aceh akibat letusan gunung Sinabung itu," kata Rahmad.

Disebutkan, pihak perusahaan penerbangan tidak mau mengambil resiko, karena semburan debu letusan Gunung Sinabung lebih tinggi dari ketinggian pesawat saat terbang.

Dirinya mengaku mendapat informasi semburan debu vulkanik mencapai 1.000 kaki, sementara pesawat Susi Air hanya terbang 8.000 kaki. Susi Air merupakan pesawat berbadan kecil dengan jumlah penumpang 12 orang.

Banyak Dampak

"Banyak dampak akibat tidak beroperasinya pesawat Susi Air dari dan ke Simeulue, termasuk bagi kelancaran berbagai urusan terkait kemasyarakatan dan pemerintahan di daerah kami," katanya.

Sektor swasta misalnya, para rekanan kesulitan mengurus berbagai administrasi atau surat menyurat ke Banda Aceh, karena dibutuhkan waktu yang panjang jika melalui transportasi laut.

Disebutkan satu-satunya transportasi dari dan ke Simeulue saat ini adalah melalui laut dengan kapal feri via Labuhan Haji (Aceh Selatan) dan Aceh Singkil, dengan waktu tempuh berkisar 12 hingga 14 jam. (MNA-ANALISA)



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close