TGJ
Search all of tgj.co.id :
BERANDA » Ekonomi » DPR desak revitalisasi 3 BUMN di Aceh

DPR desak revitalisasi 3 BUMN di Aceh
Sabtu, 21 Agustus 2010

Jakarta -  DPR mendesak agar pemerintah serius melaksanakan rencana revitalisasi tiga BUMN manufaktur strategis di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Ketiga BUMN tersebut adalah PT Kertas Kraf Aceh, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), dan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF). Jika ketiga BUMN tak segera direvitalisasi, pertumbuhan ekonomi daerah yang mendorong penciptaan lapangan kerja untuk kesejahteraan rakyat NAD sulit terwujud.

Anggota DPR Komisi IV Marzuki Daud mengatakan inisiatif Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Mustafa Abubakar yang akan menghidupkan kembali ketiga BUMN sebagai sumber profit daerah perlu didukung.

"DPR akan terus mendesak Kementerian BUMN mempercepat revitalisasinya guna menampung ribuan tenaga kerja. Sumber-sumber profit yang sudah lama berhenti harus dihidupkan lagi,"kata Marzuki yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemantau UU Pemerintah Aceh dan Otsus Papua hari ini.


KKA, ujarnya, selama ini menjadi produsen kertas untuk kantong semen tapi sudah tidak beroperasi sejak akhir 2007. Adapun, pabrik pupuk AAF terpaksa dilikuidasi karena tak bisa berproduksi lantaran tak ada pasokan gas. Sementara itu, kinerja pabrik pupuk PIM masih sulit dioptimalkan karena terhantam masalah defisit gas.

Anggota Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan langkah merevitalisasi tiga BUMN strategis akan sia-sia jika tak ada komitmen politik dari pemerintah pusat untuk memberikan kepastian pasokan energi berupa gas.

"Revitalisasi BUMN strategis di NAD ini tak bisa diselesaikan tanpa adanya keputusan politk yang tegas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan pasokan gas. Saat ini, mekanisme harga gas untuk pabrik yang beroperasi masih memakai plafon harga komersial sehingga sangat memberatkan," katanya kepada Bisnis.(luz)



Baca Juga :





Komentar Anda
World Interest Rates
Close