
Lhokseumawe - Kendati Pemkab Kabupaten Aceh Utara mengalami krisis anggaran, namun zakat dan infaq dari para pegawai pemerintah daerah yang berhasil dikumpulkan Baitul Mal tetap tinggi.
Menurut informasi dari Baitul Mal Aceh Utara, sampai akhir Juli 2010 dana terkumpul dari para pegawai di jajaran Pemkab Aceh Utara sebanyak Rp8.571.445.412.
"Kita sangat beterima kasih dengan keiklasan pembayaran zakat karena dapat membantu warga tidak mampu," ungkap kepala Baitul Mal Aceh Utara, Fachrurrazi.
Dikatakan, rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat setempat, memaksakan badan pengumpul zakat mengeluarkan untuk warga fakir sebanyak Rp1.373.150.000.
Setiap desa, 10 orang fakir menerima bantuan masing-masing Rp250.000. Jumlah desa di kabupaten ini sebanyak 852 desa, sehingga Baitul Mal mengeluarkan dana yang banyak untuk warga fakir. Sementara untuk warga miskin, muallaf, amil, gharim, fisabilillah dan Ibnu Sabil jumlahnya lebih sedikit.
"Selain itu kita juga menyalurkan ifaq dalam bentuk ekonomi produktif," tambahnya.(MNA-WASPADA)