THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Infotainment»Film Tsunami Aceh Diluncurkan 26 Desember


Film Tsunami Aceh Diluncurkan 26 Desember
Rabu, 14 Desember 2011 00:00 WIB
Jakarta -     Anda masih ingat 26 Desember 2004 di Serambi Makkah? Gulungan ombak setinggi 10 meter menerjang apa pun yang berada di bibir pantai. Bahkan, kapal berbobot 200 ton yang tengah terapung di Pelabuhan Uleelheu pun terseret hingga dua kilometer ke tengah pemukiman penduduk.

Sedahsyat itulah kekuatan tsunami. Penulis Tere Liye merekam peristiwa tersebut dalam novelnya, Hafalan Shalat Delisa. Novel best seller dari Penerbit Republika ini diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.

"Membaca satu per satu halaman novelnya, saya akhirnya sepakat dengan banyak orang yang merekomendasikannya untuk difilmkan," kata Chand Parwez Servia selaku produser.

Chand terkesan dengan Hafalan Shalat Delisa. Beberapa bagian dari cerita novel tersebut membuat rongga dadanya terasa sesak. Mata Chand pun basah membacanya. "Kisahnya begitu indah dan penuh kehangatan serta memberi kesan yang menyejukkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Hafalan Shalat Delisa bermula dari keutuhan keluarga yang terburai akibat tsunami. Kebahagiaan keluarga itu sirna seketika, dihanyutkan tsunami. "Siapa pun pasti akan tersentuh dengan kejadian yang telah memakan banyak korban itu," tutur sang sutradara, Sony Gaokasak.

Butuh dua tahun lebih untuk mempersiapkan film "Hafalan Shalat Delisa". Sony tak mau menggarap film bertema besar ini dengan tergesa. Terlebih, ada tiga babak kehidupan yang mesti ia rekam. "Urutannya, fase menyangkut keindahan sebelum datangnya tsunami, kehancuran, dan fase yang menguatkan," urai Sony.

Delisa menjadi tokoh sentral dalam film ini. Anak perempuan berusia tujuh tahun itu harus berdamai dengan segala yang dimilikinya, lalu mengikhlaskan berbagai bentuk kehilangan. Tetapi, Sony tak hendak mengeksploitasi kesedihan. Hafalan Shalat Delisa yang akan tayang mulai 22 Desember mendatang ini tidak semata memperlihatkan betapa perkasanya tsunami dalam membuat kehancuran.

"Sebaliknya, kami ingin menggambarkan kekuatan besar cinta kepada alam, semua makhluk hidup, dan tentunya kepada Sang Pencipta," papar Sony.Hafalan Shalat Delisa tidak dibuat di Nanggroe Aceh Darussalam. Sony 'memindahkan' desa di pinggir pantai Lhoknga ke Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Dampak kehancuran pascatsunami direkam oleh tim Computer Graphic Intermediate (CGI) dari Geppeto. "Tapi, Ya Allah…lebih cepat ke Aceh dibandingkan ke Ujung Genteng, delapan jam perjalanan darat menuju lokasi," komentar Nirina Zubir yang memerankan Ummi.

Seperti apa jalan ceritanya? Delisa (Chantiq Schager) gadis periang yang tinggal di Lhoknga merupakan anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian) dan Ummi (Nirina Zubir). Si bontot Delisa kerap kali bermanja-manja dengan ketiga kakaknya Fatimah (Ghina Salsabila), serta si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi), selagi ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional. Sehari-hari, aktivitasnya tak berbeda dengan kebanyakan anak Muslim seusianya.

Delisa yang gemar bermain bola sedang giat-giatnya menghafal bacaan shalat untuk ujian praktik shalat. Kakak-kakaknya sudah melewati ujian tersebut. Setiap kali seorang anak lulus ujian praktik shalat, Ummi akan memberikan hadiah berupa seuntai kalung yang dibeli dari Koh Acan (Joe P Project). Oleh Koh Acan, kalung itu didiskon 50 persen karena dibeli Ummi sebagai hadiah hafalan shalat.

Hari-hari Delisa selalu dihiasi dengan angan akan sebuah kalung berinisial D. Pagi, tanggal 26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktik shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Delisa masih terlalu kecil untuk mengetahui dampak gempa. Bersama temannya, ia berdebar menunggu ujian praktik shalat. Namun, tsunami datang menggulung desa kecil mereka berikut seluruh isinya. Delisa tak berkesempatan menyelesaikan praktik shalatnya.

Delisa selamat dari bencana. Ini hanya sedikit penggalan "Hafalan Shalat Delisa". "Babak berikutnya dari kehidupan Delisa patut untuk ditonton seluruh keluarga," ucap Nirina mengguggah rasa penasaran.

Ini dia sinopsi film tersebut. [003]

http://www.youtube.com/watch?v=Rgg6jOFp9iY

[republika]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close