Banda Aceh — Kapolda Aceh, Irjen Pol. Iskandar Hasan berjanji akan melakukan evaluasi kembali terkait sweeping atau razia yang dilakukan di sejumlah daerah di kabupaten kota di Aceh untuk mencari senjata ilegal.
Dihadapan puluhan anggota DPRA dan sejumlah wartawan di ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA, Kamis (15/12) tadi sore, Iskandar Hasan menyampaikan permohonan maafnya atas perlakuan Polisi dan TNI saat melakukan razia di Kabupaten Bener Meriah yang menimbulkan korban luka dari masyarakat sipil akibat terkena serpihan peluru baru-baru ini.
Ia menjelaskan kedepan pihaknya akan melakukan evaluasi kembali terkait sweeping senjata ilegal ini. “Razia diperketat setelah adanya aksi granat di Banda Aceh yang membuat Jakarta begitu panik dengan kondisi Aceh saat ini,” kata Iskandar Hasan.
Sampai saat ini Polda Aceh sudah menerima 15 butir granat dan 45 pucuk senjata api serta ratusan senjata rakitan yang diserahkan langsung oleh masyarakat Aceh. Namun diperkirakan masih ada senjata-senjata liar yang masih ada ditangan masyarakat Aceh. "Sebaiknya diserahkan ke Polisi," kata Iskandar.
Sementara itu salah seorang anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Nasruddin meminta Kapolda Aceh, Iskandar Hasan untuk tidak melibatkan TNI dalam aksi sweeping tersebut. Hal ini akan menimbulkan pesan trauma bagi masyarakat Aceh yang baru saja menikmati perdamaian.
“TNI sebaiknya jangan dilibatkan, pendekatan keamanan ada di pihak Polisi” kata Nasruddin.
Menanggapi itu, Iskandar Hasan mengakui permintaan yang sama juga disampaikan oleh Konjen Amerika tadi pagi. Kenapa Polisi melibatkan TNI dalam aksi sweeping. Menurut Kapolda, TNI selama ini membantu Polisi.
Terkadang dalam pemeriksaan nanti ada oknum TNI yang terjaring razia maka bisa diselesaikan oleh TNI. “Pihaknya selalu melibatkan POM dan Kodim dalam razia gabungan,” kata Iskandar Hasan.
Ia berjanji akan mengurangi jumlah TNI kedepannya dalam melakukan sweeping atau razia untuk mencari senjata ilegal di Aceh. “Bila perlu anggota TNI duduk-duduk saja di Warung Kopi, dan jika ada oknum TNI yang bermasalah maka bisa diselesaikan oleh TNI juga,” tandas Kapolda.
“Kita akan mengevaluasi lagi keterlibatan anggota TNI untuk kegiatan sweeping di Aceh,” demikian Kapolda Aceh, Irjen Pol. Iskandar Hasan.[003]