Banda Aceh — Kaledoiskop sektor keamanan di Aceh pada 2011 makin tercoreng dengan adanya penembakan empat warga di Banda Aceh dan Bireuen pada malam pergantian tahun menuju 2012, Sabtu (31/12). Meski demikian, kepolisian daerah (Polda) Aceh optimis mampu mengungkapkan berbagai rentetan kasus penembakan brutal yang terjadi di 2011.
Kepada The Globe Journal, Minggu (1/1), Kabag Humas Polda Aceh Gustav Leo yang dimintai keterangannya mengaku dua penembakan terakhir di Banda Aceh dan Bireuen belum menemukan titik terang. Tim Polda Aceh beserta jajarannya masih mendalami kasus tersebut.
“Kasus tersebut masih dalam lidik dan pengembangan atas apa yang diperoleh di TKP dan saksi yang ada,” kata Gustav Leo.
Sebelumnya di 2011 juga, nama Aceh sudah tersohor akibat penggranatan yang terjadi di Lampriet beberapa waktu lalu. Selain itu, pada 4 Desember 2011 kasus penembakan juga terjadi di Aceh Utara. Hingga saat ini pula, Polda Aceh juga belum menemukan jawaban atas siapa dan apa motif aksi-aksi kriminal tersebut.
“Pengranatan di Lamprit masih kita investigasi dan kita pelajari. Kita belum dapat gambaran. Dari enam saksi yang kita periksa belum menjurus,”tukas Kapolda Aceh, Irjen Polisi Iskandar Hasan, kemarin di Mabes Polda Aceh. [Yul]