THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Hukum»Polda Aceh Gagal Ungkap Kasus Pemilu 2009


Polda Aceh Gagal Ungkap Kasus Pemilu 2009
Selasa, 06 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengaku optimistis pihak kepolisian bisa mengungkap aksi kekerasan yang terjadi di Provinsi Aceh akhir-akhir ini.

"Kami optimistis polisi bisa mengungkap kasus teror akhir-akhir ini, karena 'track record' kepolisian Aceh terbukti cukup berhasil mengungkap dan menumpas jaringan terorisme yang dikenal lebih solid," kata Koodinator Kontras Aceh Hendra Fadhli di Banda Aceh, Selasa.

Ia menegaskan, kasus-kasus kekerasan dalam bentuk teror granat dan juga penembakan warga yang terjadi di wilayah Aceh adalah musuh bersama perdamaian.

"Apapun motifnya, tindakan kekerasan adalah musuh bersama perdamaian Aceh," katanya.

Menurutnya, institusi penegak hukum dalam hal ini kepolisian harus benar-benar mengungkap dan menangkap para pelaku tindak kekerasan, agar para pelaku tidak merasa nyaman untuk terus melakukan tindakan-tindakan teror.

Namun Hendra juga menyangsikan ketika aparatur penegak hukum di Aceh dihadapkan pada kasus-kasus kekerasan yang bernuasa politik.

"Berdasarkan catatan kita, kasus-kasus kekerasan yang bermotif politik pada Pemilu 2009 tidak satupun berhasil diungkap, nah di sini letak persoalannya ketika Polri dihadapkan pada kasus-kasus seperti ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam pengungkapan kasus yang bernuasa politik, seharusnya Polri benar-benar mengambil posisi dalam upaya penegakan hukum, dengan cara tangkap dan adili pelaku, sehingga hal ini akan menimbulkan efek jera dan juga memberikan peringatan kepada pelaku teror.

"Penangkapan pelaku teror akan mempersempit ruang mereka untuk bergerak di Aceh, jadi saatnya kita menunggu kerja-kerja dan kesungguhan Polri dalam kasus-kasus ini," urainya.

Selain itu, Hendra berpendapat bahwa deteksi kejahatan bersenjata adalah dengan mengoptimalkan perangkat dan seluruh sumber daya yang ada, baik instansi keamanan dan seluruh lembaga intelijen.

Selain itu juga tentunya partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mendeteksi kejahatan bersenjata.

"Peran masyarakat sangat penting dan besar untuk mendeteksi pelaku tindak kekerasan bersenjata, untuk itu, masyarakat Aceh hendaknya bersatu padu untuk melawan segala bentuk teror yang mengacam perdamaian dengan memberikan informasi kepada aparat penegak hukum, jika mencurigai adanya perilaku orang-orang yang berpotensi melakukan tindakan dan kekerasan bersenjata," ujarnya.[003]

[antara]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close