Kuala Lumpur - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemilihan umum kepala daerah di Aceh seharusnya ditunda dulu. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak agar bisa mendaftar mengikuti pilkada.
"Ya iyalah. Harus ditunda. Supaya memberi kesempatan karena juga kita tahu bahwa masalah ini bukan disebabkan oleh Partai Aceh, tapi juga oleh beberapa masyarakat Aceh yang meminta perubahan (UU) dulu. Nah ekses daripada itu, akhirnya sudah terjadi kompromi, makanya mesti dihargai kompromi itu, dengan cara memberi kesempatan untuk mendaftar lagi," tandas JK, dari Kuala Lumpur, Selasa (17/1).
JK mengkhawatirkan, jika tidak semua dilibatkan, Aceh akan kehilangan stabilitas keamanannya. "Jadi inti politik itu adalah kekuasaan untuk kesejahteraan. Tapi, kan tidak ada kesejahteraan secara instan. Dan, kalau tidak dilibatkan nanti hilang stabilitas. Nanti bermasalah juga siapa pun yang terpilih," papar Kalla.
Salah satu inisiator perdamaian di Aceh ini mengatakan, agar kesejahteraan dan kedamaian rakyat Aceh yang diutamakan.
"Jangan hanya mengacu peraturan-peraturan saja. Memang peratuan penting, tapi di atas peraturan itu tujuan semua itu adalah kesejahteraan. Karena kesejahteraan itu harus ada perdamaiannya," kata Kalla. []
(kompas.com)