Jakarta - Banyaknya kader Partai Demokrat (PD) yang tersangkut kasus korupsi menjadi sebuah fenomena tersendiri. Sejarah PD yang menjadi partai penguasa dalam waktu singkat diduga menjadi penyebab utamanya.
Setidaknya itulah alasan yang dipaparkan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah. Lebih lanjut, dia mengatakan, dengan pengalaman yang belum cukup, PD terlalu banyak melakukan manuver politik.
"Banyak orang di dalam tubuh Demokrat terkena culture shock, yang tiba-tiba dengan latar biasa saja ditempatkan di kebun yang melimpah dengan buah," katanya. Cepatnya PD menjadi partai berkuasa ini tidak dibarengi dengan pengalaman yang cukup, tidak seperti partai yang telah lama berdiri.
Menurutnya, kader PD saat ini berada di tempat memungkinkan untuk mencari uang dengan mudah dan kesempatan yang sangat terbuka. Iberamsjah biasa menyebut politisi semacam ini adalah politisi kagetan, yang memberdayakan segala macam kesempatan.
Kekuasaan yang dimiliki PD saat ini telah dipakai secara berlebihan tanpa dibarengi pengalaman yang cukup.
"PD itu partai yang baru belajar korupsi. Ambil semua nggak berhenti sampai mereka muntah, sudah muntah ketahuan deh. Padahal ambil saja secukupnya, tidak perlu ambil-ambil dari proyek uang rakyat," celotehnya.
Dia memberikan contoh Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang merupakan mantan aktivis muslim, dengan tiba-tiba menjadi seorang ketua dari partai terbesar di Indonesia.
"Pasti dia kaget, termasuk kader-kader yang lain. Buktinya banyak sekali kasus ini pasti ada saja nama dari Demokrat," ungkap Ibramsyah.
Iberamsjah memprediksi akan banyak lagi nama dari keder PD yang akan tersangkut masalah, khususnya korupsi. Karena, menurut dirinya, kekagetan politik ini masih akan menggelayuti partai biru tersebut. []
(mediaindonesia.com)