Jakarta — Rangkaian kasus penembakan brutal yang disinyalir memiliki motif yang sama kembali terulang malam tadi, Kamis (5/1) di Aceh Besar. Sepantasnya sejak tiga kasus penembakan sebelumnya yang terjadi di Banda Aceh, Bireuen dan Aceh Utara, kasus semalam bisa ditangkal oleh pihak kepolisian. Sayangnya pihak kepolisian tak mau mengakui kelalaian pihaknya dengan terulang kembali kasus penembakan tersebut.
"Tidak ada yang bobol, hanya mungkin pelaku mencari waktu yang pas untuk beraksi," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Jakarta Jumat (6/1).
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo, mengatakan, saat berhasil menangkap 2 tersangka aksi penembakan tanggal 29 Desember lalu, pihaknya sudah mengendus akan terjadi aksi penembakan di Bireuen.
Namun ketika polisi sudah mengendus rencana aksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2011, terjadi penembakan brutal kepada para pekerja kabel Telkom yang berada di dalam mess, Kecamatan Jempa, Bireun, sekitar pukul 21.00 WIB.
Dua orang tewas adalah Sunyoto, Suparno, dan Daud. Sementara korban luka 7 orang bernama Andri, Hasan, Kirul, Imam, Kopral, Aan dan Bonjol.
"Para pelaku mencari kesempatan untuk berbuat, mereka mencari kelemahan petugas," jelas Saud.
Meski demikian, imbuh Saud, dari hasil pemeriksaan pihaknya belum dapat mengarahkan motif dari aksi penembakan tersebut.
"Dari pemeriksaan masih belum mengarah ke kasus lain dan masih murni berdiri sendiri," jelas Saud.
Disinggung adanya kesamaan modus dan korban jiwa dari kelompok pendatang, Saud mengatakan pihaknya enggan terburu-buru menyimpulkan motif dibalik aksi penembakan misterius.
"Itu semua akan menjadi bahan analisa kita," jelasnya. []
(Yul-detik)