
Lhokseumawe- Tragedi penembakan yang menewaskan 3 buruh PT Satya Agung di Geureudong Pase Aceh Utara merupakan Pekerjaan Rumah yang baru bagi jajaran Polda Aceh. seakan sedang diuji, serentetan kasus kekerasan yang menggunakan alat tempur terus terjadi di Serambi Mekkah. Untuk itu, Polisi harus mampu mengungkap kasus ini agar nama besar korps Bhayangkara itu selamat dari stigma negatif.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPW Partai Rakyat Aceh
Kota Lhokseumawe Sofyan Panton kepada The Globe Journal melalui hubungan
telepon, Selasa (6/12). Sofyan mengatakan pasca kejadian tersebut, muncul dua
isu di tengah-tengah masyarakat terkait siapa pelaku sesungguhnya.
Sebagian masyarakat menuduh bahwa pelakunya adalah
TNI/Polri. Sebagian yang lain menduga pelakunya adalah eks kombatan yang ingin
Aceh kembali bersimbah darah. Menurut Sofyan kecurigaan tersebut lumrah saja,
sebab hanya TNI/Polri lah yang punya senjata api. Sedangkan bagi kelompok
sipil, hanya eks GAM lah yang pernah punya senjata tempur.
“Kejadian pemberondongan yang menewaskan masyarakat sipil
itu merupakan PR yang baru bagi Polda Aceh dan jajarannya.” sebut Sofyan.
Sofyan juga mengatakan, selama ini polisi terlihat lamban
saat menangani kasus kekerasan di Aceh yang non teroris, namun bila yang dihadapi
adalah teroris, ke Bukin Jalin sekalipun mereka mampu memberantas. Aktifis partai
PRA ini curiga, jangan-jangan ada skenario besar yang sedang dimainkan di Aceh.
menurutnya, ini bukan hanya kecurigaan
dia selaku pribadi dan partai, namun kecurigaan banyak rakyat yang
terheran-heran dengan kinerja polisi. Mereka sukses menggulung teroris namun
gagal menyikat pelaku kriminal yang dicurigai bermotif politik.
“Banyak masyarakat yang curiga dengan apa yang sedang
terjadi di Aceh. polisi akan sangat hebat bila bekerja menggulung teroris,
namun kembali lamban dan terkesan tak berdaya bila menghadapi kelompok kriminal
yang bermotif politik,” Kata Sofyan.
Untuk memulihkan citra polisi yang kadung di cap tak
mampu profesional, Sofyan berharap supaya polisi khususnya kapolda Aceh menaruh
perhatian ekstra untuk kasus ini. Jangan lagi di peti es kan kasus kekerasan
yang menggunakan senjata api. Usut tuntas dan temukan pelakunya. “semoga
Kapolda Aceh dan seluruh jajaran di bawahnya mampu menyelesaikan PR yang baru
ini,” Harap Sofyan sembari menutup percakapan.[003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas