THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Hukum»Partai Rakyat Aceh : Penembakan Brutal PR Polda Aceh


Partai Rakyat Aceh : Penembakan Brutal PR Polda Aceh
Muhajir Juli I The Globe Journal
Selasa, 06 Desember 2011 00:00 WIB

Lhokseumawe- Tragedi penembakan yang menewaskan 3 buruh PT Satya Agung di Geureudong Pase Aceh Utara merupakan Pekerjaan Rumah yang baru bagi jajaran Polda Aceh. seakan sedang diuji, serentetan kasus kekerasan yang menggunakan alat tempur terus terjadi di Serambi Mekkah. Untuk itu, Polisi harus mampu mengungkap kasus ini agar nama besar korps Bhayangkara itu selamat dari stigma negatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPW Partai Rakyat Aceh Kota Lhokseumawe Sofyan Panton kepada The Globe Journal melalui hubungan telepon, Selasa (6/12). Sofyan mengatakan pasca kejadian tersebut, muncul dua isu di tengah-tengah masyarakat terkait siapa pelaku sesungguhnya.

Sebagian masyarakat menuduh bahwa pelakunya adalah TNI/Polri. Sebagian yang lain menduga pelakunya adalah eks kombatan yang ingin Aceh kembali bersimbah darah. Menurut Sofyan kecurigaan tersebut lumrah saja, sebab hanya TNI/Polri lah yang punya senjata api. Sedangkan bagi kelompok sipil, hanya eks GAM lah yang pernah punya senjata tempur.

“Kejadian pemberondongan yang menewaskan masyarakat sipil itu merupakan PR yang baru bagi Polda Aceh dan jajarannya.” sebut Sofyan.

Sofyan juga mengatakan, selama ini polisi terlihat lamban saat menangani kasus kekerasan di Aceh yang non teroris, namun bila yang dihadapi adalah teroris, ke Bukin Jalin sekalipun mereka mampu memberantas. Aktifis partai PRA ini curiga, jangan-jangan ada skenario besar yang sedang dimainkan di Aceh.  menurutnya, ini bukan hanya kecurigaan dia selaku pribadi dan partai, namun kecurigaan banyak rakyat yang terheran-heran dengan kinerja polisi. Mereka sukses menggulung teroris namun gagal menyikat pelaku kriminal yang dicurigai bermotif politik.

“Banyak masyarakat yang curiga dengan apa yang sedang terjadi di Aceh. polisi akan sangat hebat bila bekerja menggulung teroris, namun kembali lamban dan terkesan tak berdaya bila menghadapi kelompok kriminal yang bermotif politik,” Kata Sofyan.

Untuk memulihkan citra polisi yang kadung di cap tak mampu profesional, Sofyan berharap supaya polisi khususnya kapolda Aceh menaruh perhatian ekstra untuk kasus ini. Jangan lagi di peti es kan kasus kekerasan yang menggunakan senjata api. Usut tuntas dan temukan pelakunya. “semoga Kapolda Aceh dan seluruh jajaran di bawahnya mampu menyelesaikan PR yang baru ini,” Harap Sofyan sembari menutup percakapan.[003]

 

 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close