Banda Aceh — Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI, Nasir Djamil yang juga putra asli Aceh mengatakan penembakan yang terjadi selama ini adalah bermotif politik. Selain bertujuan untuk menyebarkan ketakutan juga memberi sinyal bahwa Pemilukada di Aceh bisa tidak aman.
Hal tersebut disampaikan Nasir Djamil pada Indonesia Lawyers Club yang di programkan TV One pada, Selasa (17/1) Pukul 20.00 WIB malam tadi.
Nasir Djamil mengatakan secara pribadi menilai sejak awal kasus penembakan yang terjadi terhadap Cage atau orang dekatnya Irwandi Yusuf di Kabupaten Bireuen, maka dikatakan ini motif politik. Lalu penembakan selanjutnya ini juga motif politik.
Banyak pihak yang mengatakan bahwa ini motif ekonomi, “Tapi saya katakan bahwa kasus penembakan di Aceh bermotif politik, terkait dengan akan berlangsung Pemilukada di Aceh,” kata politisi Partai PKS ini.
Menurutnya pelaku ingin mengungkit masa lalu, ketika konflik di Aceh lalu yang menjadi sasaran banyak orang-orang non Aceh. Bahkan ada stigma orang non Aceh harus di usir.
Seolah-olah pelaku ini memahami sekali isu lama. Dia munculkan lagi yang kemudian menjadi sasaran orang-orang kecil yang akan mudah meyulut emosi banyak pihak. “Kalau misalnya yang disasar itu pejabat yang beretnis non Aceh maka tidak begitu menyulut emosi,” pungkas dia lagi.
Kemungkinan tujuannya menyebar ketakutan bahwa memberi sinyal Pemilukada di Aceh bisa tidak aman.
Kasus penembakan yang terjadi selama ini nyaris menimbulkan konflik horizontal di Sumatera Utara.
Bahkan kelompok Puja Kesuma dari Sumatera Utara mengecam keras aksi tersebut, kemudian pada tanggal 10 Januari 2012 lalu, kelompok Aceh sepakat dengan kelompok Puja Kesuma bertemu melakukan konsolidasi bahwa apa yang terjadi tidak ada kaitannya dengan etnis atau memusuhi saudara dari non Aceh.
Nasir Djamil mendesak kepolisian untuk segera menemukan atau menangkap pelakunya, bahkan dengan Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu di Aceh, Kapolda berjanji dalam waktu dekat ini akan menangkap pelakunya.
Masih menurut Nasir, jika kasus ini lama dapat terungkap maka bisa menimbulkan spekulasi dikemudian hari, setidaknya harus dicari apakah bertindak sendiri-sendiri atau memakai jaringan.
Hadir pada acara ILC itu Staff Ahli Gubernur Aceh Bidang Hukum dan Politik, M. Jakfar. Terkait kasus penembakan di Aceh, Ia mengatakan tindakan kekerasan karena kriminal murni. Jika ada pihak yang mengatakan kasus penembakan bermotif politik, maka ini bisa dijadikan masukan bagi aparat keamanan untuk lebih fokus.
“Saya baru mendengar malam ini bahwa kasus penembakan ada motif politik,” kata Jakfar. Bahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sejalan dengan Kapolda Aceh bahwa kasus ini adalah kriminal murni. Harapan yang sama juga ditujukan kepada kepolisian untuk mengungkapkan kasus ini.