Banda Aceh - Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR), Kamis (29/12) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Gubernur Aceh.Mereka berkerumun dan berorasi serta tertahan didepan pintu gerbang yang ditutup aparat keamanan gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) yang diback-up aparat Samapta Polresta Banda Aceh.
Mencuatnya hasil audit Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2010 senilai Rp.8,2 Triliun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia pada 17/12/2011 lalu, terungkapnya 59 Rekening Liar tak bertuan milik Pemerintah Aceh dengan Saldo Rp. 12 Milyar, adalah pemicu turunnya massa mahasiswa tersebut melakukan aksi demonstrasi.
Massa mahasiswa yang tertahan di depan pintu masuk kantor Gubernur Aceh tersebut juga membawa keranda bertuliskan Irwandi dan Nazar, Poster serta Spanduk. dalam Salah satu orasi disebutkan, "Irwandi-Nazar alias IRNA sudah gagal dalam memimpin Aceh!,59 rekening liar tak bertuan merupakan bukti bahwa praktek korupsi dan transparansi dalam pemerintahan rezim Irwandi Nazar masih jelas terlihat," Pekik orator lantang.
Sekian lama massa mahasiswa tersebut meminta kesempatan kepada aparat pengamanan agar dapat masuk ke dalam halaman kantor gubernur, namun saat tiada tanggapan massa mulai membakar keranda bertuliskan Irwandi-Nazar, poster dan spanduk yang mereka bawa. sembari orator melalui Toa (pengeras suara-red) meneriakan, "Irwandi-Nazar sudah mati!,dengan dibakarnya keranda ini," Ungkapnya.
Dalam Pernyataan Sikap yang diterima The Globe Journal, mereka menuntut 4 (empat) poin antara lain; "Poin pertama, Jalankan Rekomendasi BPK terkait Rekening Liar Milik Pemerintah Aceh; kedua ungkap tuntas siapa pemilik rekening haram itu dan usut tuntas kenapa persoalan tersebut bisa terjadi," Ujarnya
Dilanjutkannya, "Ketiga, Irwandi-Nazar jangan hanya mampu berkoar-koar di media massa dengan mengatakan akan menuntaskan persoalan tersebut, tapi buktikan kepada rakyat bahwa pernyataan kalian bukan mencari sensasi dan sok peduli semata dan keempat publikasikan di media massa sejauhmana persoalan itu telah tuntas di usut, jangan hanya diam saja karena dana APBA yang kalian kelola adalah uang rakyat Aceh, bukan uang kalian jadi rakyat wajib tahu." Sebagaimana tertulis dalam pernyataan sikap tersebut.
Safrudin, Kordinator Aksi usai menolak-nolak pagar dan bubarnya aksi mahasiswa tersebut, kepada sejumlah wartawan mengatakan.
"Besok pada jam yang sama kami akan melanjutkan aksi, dengan massa lebih banyak lagi," tegasnya. [003]
Redaksi: Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25