Jakarta - Polri belum bisa memastikan motif sejumlah penembakan misterius di Aceh. Namun, kepolisian mengindikasikan niat pelaku untuk menyebar teror.
"Sasarannya masyarakat tidak dosa. Kalau masyarakat yang tidak berdosa, itu kan membuat ketakutan, kalau membuat ketakutan, kan itu jadi bentuk teror," jelas Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Sutarman kepada wartawan di Jakarta (17/1).
Selain itu, hasil evaluasi kepolisian, imbuhnya, pelaku tidak mengambil barang berharga milik korban. "Dari situ kan berarti ada ketakutan, teror."
Apakah terkait Pemilihan Kepala Daerah di Aceh? "Semua kami ambil sebagai masukan, supaya kita mengetahui apasih motifnya. Itu (korban) pekerja-pekerja pendatang. Tapiada juga kaitannya dilempar molotov dan itu calon-calon ada. Tidak seluruhnya."
Meski belum pasti apakah teror ini terkait pilkada, Mabes Polri akan mengirimkan personil untuk membantu pengamanan Polda Aceh saat pelaksanaan pilkada. Minimal, imbuhnya, setiap tempat pemungutan suara (TPS) ada petugas keamanan untuk memastikan pilkada berjalan aman dan tenang, tanpa intervensi.
Kepolisian juga bisa memberikan pengamanan kepada calon-calon kepala daerah yang merasa terancam. "Siapapun yang meminta bantuan, kami punya pengawalan."
Dalam kasus penembakan di Lhokseumawe, pertengahan Desember 2011, Polda Aceh telah menangkap tiga pelaku. Dari keterangan pelaku yang tertangkap, kepolisian menetapkan dua daftar pencarian orang (DPO) dengan inisial M dan A. []
(vivanews.com)