Banda Aceh — Kapolres Aceh Besar, AKBP Herman Sikumbang kepada wartawan saat melakukan olah TKP di lokasi penembakan buruh asal Semarang, di Aneuk Galong Kawasan Montasik Aceh Besar, Jum’at (06/1) sekitar pukul 11.30 WIB mengatakan pelaku orang tak dikenal melakukan penembakan dengan menggunakan senjata genggam.
Menurut keterangan dari beberapa saksi, Kapolres Aceh Besar menjelaskan
pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor bebek. Sampai
di lokasi sekitar pukul 19.15 WIB, satu orang pelaku turun ke kamp
buruh bangunan toko dan satu lagi menunggu diatas motor.
Kemudian pelaku langsung mengeluarkan senjata genggam dan menembak satu korban yang saat itu sedang santai di tangga basecamp. Langsung saja peluru bersarang di kepala korban. Lalu pelaku menembak satu kali lagi ke arah kamar.
Herman melanjutkan, saat itu situasi hujan dan ketika mendengar suara tembakan, beberapa buruh yang lain keluar untuk memastikan suara tersebut. Namun ketika melihat ada orang yang memegang senjata, buruh-buruh itu masuk ke dalam kamar lagi, langsung saja pelaku menembak dan mengenai dua orang buruh, satu terkena di bagian perut dan satu lagi dibagian bahu.
Masih dikatakan Kapolres, setelah itu pelaku menembak lagi ke jalan. “Ada lima kali tembakan, yaitu dua di kamar, dua tembakan di kamar sebelah dan satu tembakan di jalan,” kata Herman S.
Setelah kejadian penembakan itu, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Polresta Banda Aceh dan pihak TNI dari jajaran Kodim Aceh Besar. Herman mengatakan pihaknya melakukan razia pasca penembakan tersebut dibeberapa titik.
Bahkan kita juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk memberikan informasi terkait penembakan ini. “Sekecil apapun informasi kasus ini akan kita tindak lanjuti,” kata Kapolres Aceh Besar.
Kondisi terakhir tiga orang korban penembakan, menurut Kapolres Aceh Besar sudah membaik, satu orang masih kritis yang terkena dibagian kepala. Kemudian satu orang sudah dioperasi dan sudah membaik yang terkena dibagian perut. Sedangkan satu orang lagi sudah membaik dan bisa berkomunikasi yang terkena dibagian bahu.
Sementara itu Kapolsek Suka Makmur, Sibreh Aceh Besar, Zainal Arifin kepada The Globe Journal, Jum’at (06/1) di lokasi kejadian mengatakan jumlah pekerja asal Semarang ini ada 21 orang, tiga orang yang terkena tembakan. Kini para pekerja buruh bangunan toko milik pemborong yang bernama Safwan itu sudah dikumpulkan di Mapolsek Suka Makmur, Sibreh Aceh Besar.
Menurutnya para pekerja ini masih trauma dengan kejadian itu. Zainal mengatakan para pekerja sudah berada di Aneuk Galong, Kawasan Montasik Aceh Besar ini sejak usai Hari Raya Idul Adha lalu.
Saat ditanyai apakah pekerja ini akan dipulangkan ke daerah asal, Zainal mengatakan belum tahu persisnya. “Hari ini pemborongnya sudah dimintai keterangan, termasuk saksi-saksi lain,” kata Zainal.