Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Angka Kecelakaan di Indonesia, Nomor Tiga Dunia


Angka Kecelakaan di Indonesia, Nomor Tiga Dunia
Bahriar Syah | The Globe Journal
Kamis, 11 Februari 2010 00:00 WIB

Banda Aceh - Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia PBB  (WHO), angka kematian terbesar ketiga di Indonesia setelah HIV/AIDS dan TBC, adalah kecelakaan lalu lintas yang mencapai 30 ribu orang per tahun.

“Kerugian materil mencapai Rp73 miliar, dan hampir 70 persen di antaranya disebabkan kelalaian, dan korbannya juga  sebahagian besar masih berusia produktif,” kata Anggota Komisi V DPR-RI Abdul Hakim, seusai sosialisasi Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas, di Banda Aceh, Kamis (11/2).

Dia mengatakan, Undang-undang itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan bagi pengguna jalan, yang selama ini masih tinggi angka kecelakaannya. “UU tersebut dapat langsung didukung dengan aplikasi di lapangan, salah satunya dengan menyiapkan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah setempat,” jelas Abdul yang juga Ketua Tim Sosialisasi Pusat.

Sementara itu, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Suparno menargetkan UU tersebut dapat diterapkan secepatnya di wilayah Aceh.

“UU ini akan mengakomodir apa yang sesuai dengan kondisi dalam berlalu lintas, misalnya terhadap kenderaan. Jangan hanya aspek otomotifnya saja yang diperhatikan, semuanya termasuk sarana jalannya,” ujar Bambang.

Wakapolda menambahkan, selama ini angka korban kecelakaan di Indonesia masih cukup tinggi. “Per tahunnya bisa mencapai 6000 jiwa yang meninggal. Bayangkan, perang di Vietnam saja korbanya hanya sekitar 2000 jiwa per tahun. Di Aceh sendiri jumlah yang menjadi korban 800 jiwa per tahun,” sebutnya.

Karena itu, Bambang meminta, masyarakat ke depannya harus peduli akan hal ini, jangan hanya karena ingin bergaya atau memamerkan kenderaannya di jalan raya, sampai harus masuk rumah sakit akibat kecelakaan.

“Kita menghimbau agar masyarakat Aceh khususnya bagi pengguna jalan, tetap mematuhi aturan lalu Lintas yang berlaku,” tutupnya.  






    Twitter TGJ 3
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda
    AYAM LEPAS

    Terpopuler

    Cities

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close