Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Imam Suroso menilai, dua anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang baru dipilih oleh DPR, Tasman Gultom dan Hotma David Nixon, sebagai sosok yang berintegritas dan berani.
"Tugas LPSK ke depan semakin berat dan banyak tantangan. Karenanya mereka harus bekerja keras melindungi saksi dan korban dari berbagai ancaman yang dihadapi," kata Imam Suroso kepada pers di Jakarta, Jumat.
Menurut Imam, Tasman Gultom dan Hotma David Nixon adalah sosok yang punya keberanian sehingga layak terpilih sebagai anggota baru LPSK. "Pemaparan keduanya memang memberi harapan dan meyakinkan kami," ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis malam (2/2) Komisi III DPR RI melakukan proses pemilih anggota LPSK untuk menggantikan Ketut Sudiharsa dan Myra Diarsi. Sebanyak 49 dari 54 anggota Komisi III DPR memberi suara kepada Tasman Gultom dan 25 suara diberikan kepada Hotma David Nixon.
Imam yang juga politisi PDIP itu menuturkan bahwa sesuai dengan perkembangan saat ini, LPSK harus diisi oleh figur-figur yang punya misi perlindungan terhadap saksi dan korban.
Terkait tuntutan itu, menurut dia, DPR akan menagih janji Tasman dan David yang siap bekerja 24 jam untuk melindungi saksi dan korban dari berbagai ancaman. Keduanya juga telah berjanji sanggup memopulerkan LPSK ke masyarakat, terutama yang membutuhkan perlindungan dari LPSK.
"Janji-janji mereka itu saya catat dan akan ditagih. Kalau ternyata mereka memang tidak sanggup memenuhi sebaiknya mengundurkan diri seperti janjinya itu," kata Imam Suroso.
Jika kinerja LPSK justru membaik sesuai misinya, Imam Suroso berjanji akan berjuang di Komisi III untuk menaikkan anggaran LPSK ke depan.
Menurut dia, bagaimanapun keberadaan LPSK akan tetap dibutuhkan sebagai lembaga saksi dan perlindungan korban yang ingin menegakkan hukum dan keadilan. [003]