THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Feature»SMS SARA, Teuku Irwan Lapor ke Panwas


SMS SARA, Teuku Irwan Lapor ke Panwas
Alfan Raykhan Pane | The Globe Journal
Rabu, 28 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Menyusul pemberitaan di The Globe Journal berjudul "Timses Djohan lapor SMS Black Campaign ke Panwas" Selasa (27/12), sejumlah telepon dan sms bagai air bah masuk ke nomor handphone M. Fauzan Febriansyah, ketua Tim Sukses pasangan kandidat calon Walikota/Wakil Walikota Banda Aceh jalur independen periode 2012-2017  'Teuku Irwan Djohan - Tgk. Alamsyah' yang intinya menanyakan apa saja isi SMS sesat tersebut.

Guna menampilkan sisi cover both side dalam pemberitaan, The Globe Journal melakukan konfirmasi lanjutan perihal isi atau redaksional SMS itu. Berikut Isi Short Message Servise (SMS) beraroma rasis dan bernuansa Suku Agama dan Antar Golongan (SARA) yang di forward M. Fauzan Febriansyah.

SMS pertama, dikirim tanggal 21/12/2011, Pukul. 17.10 Wib, dari nomor Handphone; 083189008XXX bunyinya, "Sebagai warga kota Banda Aceh saya sedih dan miris melihat kandidat walikota B. Aceh yang bernama Teuku Irwan Djohan. Caranya berkampanye dan menggalang dukungan sangat tidak mencerminkan etika dan moral. Lihat apa yang dilakukan SKULL (Suporter Kutaradja Untuk Lantak Laju, dimana Teuku Irwan Djohan menjabat sebagai dewan pembina-red), pendukung fanatik Persiraja sampai meneriakkan wasit berulang2.. inikah didikan calon walikota. kemudian memanfaatkan media radio untuk menyerang kandidat lain? Harusnya kampanye dilakukan dengan cara-cara terhormat dan jantan. Apalagi kemudian mengumpulkan perempuan2 untuk kemudian menyebarkan gosip2 tentang kandidat lain. Bukan pemimpin seperti yang kita cari. Keturunan dari keluarga terhormat belum tentu mampu menjaga kehormatannya. Saya sedih dengan calon pemimpin yang seperti ini, sangat tidak layak untuk dipilih dan didukung," Tertulis di sms perdana yang cukup panjang tersebut.

Selanjutnya pada SMS kedua, dikirim tanggal 24/12/2011, Pukul 18.50 Wib, dari No.HP; 083189008XXX bertuliskan, "Kampanye Ala Penjajah Belanda. Saya adalah pendukung SKULL dan Simpatisan Teuku Irwan Johan dan Teuku Alamsyah. Akan tetapi setelah saya mengikuti dan bersama tim ini, ternyata cara-cara kampanye yang dipakai adalah dengan memakai cara-cara penjajah Belanda dan sama sekali tidak memihak Rakyat dan juga dengan cara-cara menjelekkan kandidat lain. Metode ini mengingatkan saya pada masa penjajahan Belanda dimana Teuku memihak Belanda dan berkhianat kepada Rakyat untuk menyelamatkan harta dan kepentingan kelompok para Teuku. Karena itu pula saya keluar/hengkang dari team ini. Karena kami diajarkan tindakan-tindakan kampanye dan penggalangan dukungan yang melawan hati nurani kami. Mungkin bagi mereka wajar karena keturunan para Teuku. Semoga warga kota Banda Aceh tidak memilih pemimpin seperti ini", demikian redaksional sms kedua bernada rasisme dan menjurus ke SARA. SMS ketiga menurut Fauzan lebih kepada personal Teuku Irwan Djohan.

Agitasi, provokasi/black campaign berindikasi pencemaran nama baik serta mengarah kepada pembunuhan karakter mulai merebak menjelang pengumuman calon tetap alias menetapan nomor urut pasangan kandidat Walikota/Wakil Walikota Banda Aceh periode 2012-2017, Jumat (30/12) mendatang.

Kerja keras Panwas Provinsi serta Panwas Kabupaten/Kota sebagai 'wasit pertandingan' serta ketegasan serta kesiapsiagaan KIP Aceh dan KIP Kabupaten/Kota selaku panitia pelaksana (Panpel) Pemilukada 2012 serta pihak Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda selaku pengaman pertandingan dalam mencegah-tangkal, mengkampanyekan/mensosialisasikan pemilukada 2012 yang Jujur, Adil dan Damai, termasuk elektabilitas rakyat Aceh dalam hal mendatangi bilik-bilik suara atau tempat pemungutan suara (TPS) agar jangan pula pemilukada ancur karena pemilihnya malah tidak ada alias golput. [003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close