Ketika datang ke suatu daerah tidak lengkap rasanya ketika belum merasakan cita rasa makanan tradisional daerah setempat, begitu juga Aceh. Saat anda datang ke daerah seribu sultan ini, Anda akan disuguhkan dengan jajanan khas Aceh yang bisa dimakan saat liburan. Ada beberapa jajanan tradisional yang bisa dicicipi selama berlibur ke Aceh.
1. Kue BoiPenganan khas Aceh Besar ini bentuknya bervariasi seperi bentuk ikan, bintang, bunga, dan lain-lain. Namun, beda dengan bolu-bolu lainnya yang di jual di bakery, kue ini juga memiliki permukaan yang lebih kasar dan juga lebih bantet bila dibandingkan bolu-bolu yang dijual pada umumnya. Dulunya kue Boi ini menjadi seserahan yang dibawa oleh pengantin pria pada pengantin wanita. Tapi sekarang kue boi ini lebih sering dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke saudara atau teman. Kue Boi ini perbungkusnya dijual dengan harga Rp 8.000, tapi kalau Anda membeli dua bungkus bisa dilepas dengan harga Rp 15.000,-
2. Kue Seupit atau SemprongKetika lebaran tiba, tiap rumah di Aceh pasti menyediakan kue ini untuk disuguhkan kepada tamu yang datang. Kue seupit ini umumnya berbentuk tube (pipa), namun ada juga yang berbentuk seperti kipas, sehingga ada juga yang menyebutnya kue kipas. Kue Seupit ini rasanya renyah dan bisa dimakan disaat-saat santai. Kue seupet/semprong, bungkus kecil dijual dengan harga Rp 10.000-, yang
ukuran sedang dijual seharga Rp 20.000,- yang besar Rp 30.000-,.
3. KeukarahMakanan yang dibuat dari tepung beras, gula, serta air tersebut rasanya renyah dan gress di mulut. Keukarah biasanya dicetak dari cetakan batok kelapa. Bentuknyapun beragam, ada yang bentuk bulat bulung seperti tube (pipa), bulan sabit. Namun umumnya keukarah ini berbentuk seperti jaring-jaring atau tali-tali semerawut mirip dengan sarang burung, sehingga orang sering menyebutnya kue sarang burung. Keukarah ini biasanya adalah makanan yang dibuat untuk hidangan saat hari-hari Lebaran di Aceh. Keukarah, bungkus kecil dijual dengan harga Rp 10.000-, yang ukuran sedang dijual seharga Rp 20.000,- yang besar Rp 30.000-.
4. Bu GringPenganan Aceh yang dibuat dari ketan ini berasal dari Kota Bireuen. Penganan ini sama seperti jajanan lainnya, bisa dinikmati saat bersantai bersama teman. Bu Gring ini kebanyakan berbentuk bulat dan rasanya juga renyah, cocok untuk jajanan disaat bersantai ataupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Bu Gring biasa dijual dengan harga Rp 15.000,-.
5. Badar rateukSama seperti peunajoh (jajanan) khas Aceh lainnya, Badar rateuk biasanya disuguhkan saat hari-hari besar keagamaan di Aceh. Penganan ini lazimnya berbentuk bujursangkar dan diisi dengan kacang hijau. Selain itu rasanya juga kres dan enak di lidah. Sekarang, Badar Rateuk ini menjadi salah satu penganan yang dijadikan sebagai buah tangan oleh para wisatawan.
Badar reteuk perbungkusnya dihargai Rp 15.000,- .
6. Halua BreuhHalua ini sama seperti dodol, kenyal dan manis. Namun di dalam halua ini diisi dengan beras yang telah ditubruk halus, sehingga jika Anda memakannya akan terasa serpihan beras bercampur rasa kenyal di lidah. Halua breuh ini juga merupakan penganan yang dulunya disajikan dalam acara-acara dan upacara adat masyarakat Aceh. Timphan bisa di dapat di warung-warung kopi. Halua breuh juga dijual dengan harga Rp15.000,-
7. Boh Rom-romBoh rom-rom atau dikenal dengan kue
Boh duek beudeh ini merupakan jajangan yang paling banyak ditemukan menjelang bulan Ramadhan. Buah ini menjadi salah satu jajanan khas Aceh yang dibuat dari tepung ketan yang dibalut dengan parutan kelapa. Kue ini adalah makanan ringan yang menjadi pilihan masyarakat Aceh saat bersantai. Boh rom-rom biasa dijual dengan harga Rp 500- 1.000,-. Kue ini bisa
didapat di penjual kue sepanjang jalan protokol selama bulan puasa.
8. Manisan PalaManisan pala ini merupakan salah satu jenis makanan dari buah-buahan. Manisan ini biasanya dijual dalam dua bentuk, manisan pala kering dan manisan pala basah. Manisan pala kering berbentuk seperti bunga berwarna-warni yang ditaburi dengan gula. Selain sebagai makanan ringan dan disajikan pada hari lebaran, manisan ini juga dijadikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh.
Manisan pala dijual dengan harga sangat beragam, tergantung ukuran atau jumlah yang akan dibeli.
9. MeuseukatMeuseukat ini semacam dodol khas Aceh. Beda dengan dodol biasanya, Meuseukat dibuat dari tepung terigu, gula dan juga dicampur dengan buah nanas untuk menambah cita rasa yang khas. Biasanya meuseukat ini dipesan terlebih dahulu dan jarang dijual dipasar-pasar tradisional. Dulu, meuseukat hanya dibawa pada saat acara-acara pekawinan di Aceh, namun sekarang Anda bisa membawa pulang penganan ini sebagai oleh-oleh.
Meseukat dihargai Rp 15.000,-.
10. TimpanTimpan menjadi jajanan khas bagi masyarakat Aceh saat duduk-duduk bersantai bersama teman atau rekan kerja. Kebanyakan timpan di Aceh dibuat dari telur yang diisi dengan srikaya dan juga kelapa. Akan tetapi sekarang ada juga timpan yang diisi dengan durian. Adonan kue timpan ini dibungkus dengan daun pisang muda yang sudah diolesi minyak agar tidak elngket jika dibuka bungkusnya. Dulu, kue ini disuguhkan saat hari raya dan jamuan pesta ataupun jamuan penting yang diadakan oleh masyarakat Aceh. Timphan ini biasa dijual dengan harga Rp 1.000,-/bungkusnya dan banyak dijual disemua warung kopi..
Berbagai Peunajoh Aceh tersebut bisa diberbagai lokasi yang ada di Aceh. Salah satu tempat yang kami rekomendasikan adalah di sepanjang jalan di Lampisang,
atau Jalan Banda Aceh - Meulaboh, sekitar setengah jam dari Banda Aceh. Di sini, ada beberapa kedai kecil yang memang khusus menjual
penganan tradisional Aceh.
Sumber harga: Peunajoh Aceh, Intan, Lampisang, Aceh Besar.