Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Pesan dari Pintu Belakang Rumah Teungku Agam


Pesan dari Pintu Belakang Rumah Teungku Agam
Firman Hidayat | The Globe Journal
Selasa, 20 Maret 2012 00:05 WIB

Banda Aceh - Suatu pagi di Jalan Salam Lamprit Banda Aceh, di rumah mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dengan genteng membumbung tinggi. Sejumlah orang sedang membersihkan mobil yang berselimutkan stiker dengan gambar Irwandi-Muhyan memakai pakaian adat Aceh.

Genteng orange menjadi pertanda rumah sang mantan, dapat dilihat dari kejauhan. Berjejer mobil mobil terparkir di depannya. Seorang pria di pos keamanan berseragam safari membenarkan itu adalah rumah mantan orang nomor satu di Aceh. Tak salah lagi, itulah rumah Bang Wandi, begitu panggilan akrabnya. Langsung saja petugas meminta The Globe Journal ke pintu belakang seraya menunjukkan jalan tikus yang hanya bisa dilalui kenderaan roda dua. Dinding pagar rumah Bang Wandi tampak mulus, tak ada satu coretan pun yang tampak. Di pintu belakang, masih ada petugas keamanan yang siaga menjaga rumah Tgk. Agam, julukan lainnya.

Senin pagi itu (19/3) ada dua petugas keamanan yang berjaga. Mereka bergantian berjaga, satu jaga di luar dan satu lagi di dalam untuk sarapan. Masih menunggu beberapa menit diluar pintu belakang rumah bang Wandi. Belum diizinkan masuk.  

Beberapa menit kemudian, seorang petugas menghampiri The Globe Journal. “Silahkan masuk,” kata petugas itu. Tampak kamera CCTV terpasang disudut-sudut dinding rumah mewah itu. Suara gemercik air dari kolam renang terdengar berisik.

Bang Wandi sudah terlihat dari jauh bersama istri tercintanya Darwati. Diantaranya juga terlihat hilir mudik beberapa petugas masak dan petugas kebersihan di rumahnya.Kami pun bertemu untuk sesi interview yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Dua jam waktu kami habiskan untuk membicarakan banyak hal tentang dirinya dan Aceh. Dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Sebelum membawa pulang pesan-pesan dari Tgk Agam, The Globe Journal dihampiri beberapa tim sukses Irwandi-Muhyan yang telah ditetapkan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dengan nomor urut 2 dalam pesta demokrasi Pemilukada Aceh 2012-2017.

Pesan Teungku Agam yang juga ahli propaganda GAM perlu menjadi perhatian 4 juta lebih rakyat Aceh. Ada beberapa pesan penting antara lain upaya Teungku Agam dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh. Juga  JKA, selain itu Ia juga mempunyai program pendidikan dan listrik gratis bagi masyarakat.

Tak luput juga, Irwandi berkisah saat bersama dan berpisah dengan GAM yang kini bertransformasi menjadi Komite Peralihan Aceh (KPA) dan membentuk Partai Aceh, sampai keinginannya membuat partai lokal di Aceh.

Kemudian pesan lain yang dibawa ke meja redaksi adalah bagaimana Irwandi mensiasati untuk menang dalam Pemilukada Aceh 2012-2017 dan apa yang telah dipersiapkan nanti jika ternyata takdir menentukannya untuk kalah dalam pesta demokrasi nanti.

Lingkungan dan Syariat Islam juga sempat jadi topik hangat dalam wawancara khusus tersebut. Ia menceritakan alasannya kenapa qanun jinayah tidak ditekennya sehingga mendapat protes dari berbagai pihak. Nasib moratorium logging yang hampir enam tahun usianya, soal izin PT. Kalista Alam yang menyita energi Walhi Aceh di PTUN sampai masalah REDD yang semakin runyam.

Semua itu benar-benar mengejutkan dan membuka beberapa hal yang selama ini luput dari pemberitaan media massa. The Globe Journal akan merangkumkan hasil wawancara tersebut mulai hari ini. Tak bermaksud mengkampanyekan kehebatannya. Tapi kami ingin menuliskan apa yang disampaikannya semata untuk kepentingan pembaca. (bersambung).






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close